Virus Corona di Jambi

Dampak Covid-19, 2.038 Karyawan Perusahaan di Kabupaten Muarojambi Dirumahkan

Baru-baru ini sudah satu perusahan di Kabupaten Muarojambi telah melaporkan pada Disnakertrans terkait merumahkan karyawannya.

Tribunjambi/Hasbi
Ribuan karyawan di Muarojambi dirumahkan akibat corona. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dampak dari pandemi Covid-19, ribuan karyawan salah satu perusahan yang bergerak di bidang industri perkayuan di Kabupaten Muarojambi harus dirumahkan.

Baru-baru ini sudah satu perusahan di Kabupaten Muarojambi telah melaporkan pada Disnakertrans terkait merumahkan karyawannya.

Hal ini dikatakan Muhammad Amin, selaku Kasi Hubungan Indusrial sebagai mediator di Disnakertrans Kabupaten Muarojambi.

Sejak Corona Melanda, Pedagang Pasar Sengeti Lebih memilih Tutup Lapak Karena Sepi Pembeli

38 Anggota DPRD Muarojambi Dinyatakan Negatif Covid-19

Disuruh Sering Cuci Tangan, Air PDAM Tirta Mayang Kota Jambi Malah Mati

"Baru satu perusahaan yang melaporkan ke disnakertrans,yaitu PT SGS,mereka merumahkan karyawannya sebanyak 2.038 orang," katanya, Rabu (8/4/2020).

Ia menyebutkan, meskipun dirumahkan, manajemen perusahaan tersebut tetap membayarkan upah karyawannya sebesar 50 persen dari total gajinya.

"Jumlah angka karyawan yang dirumahkan tersebut diambil dari hasil kesepakatan antara manajemen perusahaan dengan pengurus serikat pekerja yang sudah bekerjasama dengan pihak perusahaan," ujarnya.

Amin juga menegaskan, ribuan karyawan yang dirumahkan itu murni dampak pandemi Covid-19 yang berakibat pada hasil penjualan menurun.

"Akibat pandemi Covid-19, penjualan produksi perusahaan turun drastis. Jadi mereka terpaksa merumahkan karyawannya hingga 10 Mei mendatang," katanya.

Sementara Humas PT SGS, Budi juga membenarkan ada ribuan karyawannya yang dirumahkan.

Perusahaan mengambil langkah merumahkan karyawan, karena ada imbauan pemerintah untuk mungurangi pertemuan tatap muka atau sosial distancing.

"Meski dirumahkan, namun karyawan tetap mendapatkan gaji, kan kita memang disuruh di rumahkan oleh pemerintah, karena Covid-19 ini, dan bulan Mei 2020 nanti mereka akan dipanggil untuk kembali kerja," jelas Budi. (Hasbi Sabarin)

Penulis: Hasbi Sabirin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved