Rabu, 3 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kapan Virus Corona Berakhir

Kapan Virus Corona Berakhir dan Kehidupan Kembali Normal?Ini Analisa Bill Gates

Masyarakat dunia dihantui kekhawatiran virus Covid-19 yang telah menyebabkan 1 juta orang terjangkit

Tayang:
Editor: Heri Prihartono
IST
Bill Gates membuat daftar 5 buku terbaik yang ia baca selama 2016 

TRIBUNJAMBI.COM - Masyarakat dunia dihantui kekhawatiran virus Covid-19 yang telah menyebabkan 1 juta orang terjangkit.

Bahkan kasus Covid-19 hampir setiap hari terdapat kasus baru.

Maka tak heran jika timbul pertanyaan kapan virus corona berakhir?

Bill Gates, pendiri Microsoft, yang pernah memprediksi akan adanya pandemi yang bakal membuat kekacauan di dunia, kembali berbicara soal virus corona jenis baru, covid-19.

Kali ini, miliarder dunia tersebut mengulas soal bagaimana kehidupan dan tatanan hidup warga dunia akan kembali normal seusai menerima dampak dari pandemi.

Menurut Gates, kehidupan hanya bisa sepenuhnya kembali normal setelah vaksin untuk memerangi virus corona baru tersedia secara global.

Vaksin untuk melawan virus corona kemungkinan tidak akan tersedia sebelum tahun depan.

Menurut Gates, berbagai pihak perlu melakukan pekerjaan dengan cepat dalam pengembangan vaksin virus corona, yang memungkinkan produksi "miliaran dosis" secepat mungkin.

Gates menyebutkan, negara maju seperti Amerika Serikat (AS) akan bisa memerangi virus corona dengan cepat. Tapi tentu dengan syarat, virus corona harus dapat dikalahkan secara global.

"Segala sesuatunya tidak akan kembali normal sebelum kita memiliki vaksin yang telah menyebar ke seluruh dunia," kata Gates kepada Fox News, Minggu (5/4) seperti dikutip South China Morning Post.

Pada Kamis (2/4) pekan lalu, Gates meminta Pemerintah AS untuk mulai membangun pabrik untuk pengembangan vaksin yang paling menjanjikan dalam memerangi virus corona.

Dalam blog GatesNotes, Gates menyatakan, pengembangan vaksin memang bisa menyebabkan hilangnya jutaan dolar AS. Sebab, beberapa vaksin mungkin tidak akan pernah digunakan.

Karena itu, tidak ada perusahaan swasta yang bisa mengambil risiko itu. Tetapi, Gates menegaskan, itu akan menjadi satu-satunya cara untuk memastikan produksi vaksin secara massal.

"Perusahaan swasta tidak bisa mengambil risiko semacam itu, tetapi pemerintah bisa," ujarnya.

Gates Foundation, yang terutama mendanai program kesehatan, telah menyediakan US$ 105 juta untuk memerangi pandemi global virus corona.

Pada 2015 lalu, Gates pernah mengatakan, ancaman terbesar di dunia adalah pandemi. (SS. Kurniawan/Kontan.co.id)

Artikel Sudah Tayang di Kontan.co.id dengan Judul "Kapan kehidupan bisa sepenuhnya kembali normal? Ini kata Bill Gates"

Tanggapan Sejumlah Ahli

 Masyarakat Indonesia sudah tak sabar menantikan kapan virus corona berakhir?

Tak hanya di Indonesia, namun manusia di seluruh dunia menantikan jawaban kapan virus corona berakhir?

Mendekatkan Diri Pada Allah SWT Dengan Salat Tahajud Begini Cara Mengerjakannya

Sejumlah ahli dan lembaga negara memberikan tanggapannya soal itu.

Prediksi ini dilakukan melalui permodelan yang menghitung perkiraan puncak wabah.

Tujuannya, agar langkah-langkah antisipatif bisa dimaksimalkan.

Padahal Jadi Ayah Angkatnya, Cristiano Ronaldo Tak Hadir di Pernikahan Martunis, Ini Alasannya

"Jika upaya pencegahan transmisi dapat dimaksimalkan, kemungkinan perkiraan puncak wabah juga akan bergeser dan wabah virus ini bisa segera berakhir," kata pakar dari Universitas Brawijaya dr. Andrew William Tulle, seperti dikutip dari laman Universitas Brawijaya dan diberitakan Kompas.com, Senin (30/03/2020).

Akan tetapi, beberapa hal dapat memengaruhi perkiraan puncak wabah.

Mudik warga Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia diprediksi bisa memengaruhi pola penyebaran Covid-19.

Perampok Toko Emas Meninggal Dunia Akibat Virus Corona, Polisi yang Menangkap Langsung Diisolasi

Menurut Andrew, gerakan mudik akan memunculkan kasus-kasus baru dan mengubah masa puncak wabah.

"Upaya yang dapat dilakukan adalah menghambat penyebaran dengan mengurangi kemungkinan transmisi virus antarmanusia, hingga seluruh penderita sembuh dan terbebas dari virus," kata dia.

Kapan puncak dan perkiraan wabah virus corona di Indonesia akan berakhir?

Padahal Jadi Ayah Angkatnya, Cristiano Ronaldo Tak Hadir di Pernikahan Martunis, Ini Alasannya

Prediksi Badan Intelijen Negara

Pada 13 Maret 2020, Badan Intelijen Negara (BIN) memperkirakan puncak persebaran virus corona di Indonesia terjadi pada Mei 2020.

Perhitungan tersebut disampaikan Deputi V BIN Afini Noer berdasarkan hasil simulasi permodelan pemerintah terhadap data pasien Covid-19.

Ia mengatakan, masa puncak penyebaran virus corona kemungkinan terjadi dalam 60–80 hari setelah kasus pertama terkonfirmasi.

Seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (3/4/2020), BIN memperkirakan puncak akan terjadi pada Juli 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Doni menyebutkan, perhitungan puncak pada Juli didasarkan data dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Berdasarkan data BIN tersebut, diperkirakan pada Juli 2020, penyebaran Covid-19 di Tanah Air akan mencapai 106.287 kasus.

Merujuk data perkiraan tersebut, kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan dari akhir Maret sebanyak 1.577 kasus, akhir April sebanyak 27.307 kasus, 95.451 kasus di akhir Mei dan 105.765 kasus di akhir Juni.

Institut Teknologi Bandung

Pada 19 Maret 2020, ITB melakukan simulasi dan permodelan sederhana yang memprediksi mengenai puncak kasus harian.
Puncak tersebut diperkirakan akan berakhir pertengahan April 2020.

Saat itu, pandemi diperkirakan berakhir saat kasus harian berada di angka 600 pasien.

Perhitungan dilakukan dengan perhitungan sederhana menggunakan model Richard’s Curve.

Namun, pada 23 Maret 2020, ITB melakukan revisi lantaran data masukan yang digunakan sebelumnya terjadi perubahan.

Dari revisi yang dilakukan waktu estimasi titik puncak penyebaran yang dilakukan ITB berubah menjadi sekitar akhir Mei atau awal Juni 2020.

Pemda DIY

Para peneliti dari Pemerintah Daeah Yogyakarta pada 24 Maret 2020 juga merilis perkiraan puncak penyebaran virus corona di Indonesia.

Perkiraan tersebut dibuat berdasarkan referensi pola global dan lokal.

Penelitian tersebut memprediksi, puncak penyebaran akan terjadi antara 70 hingga 100 hari. Artinya sekitar 12 Mei hingga 12 Juni 2020.

Adapun jumlah kasus diperkirakan tak kurang dari 10.000 kasus.

Dari perhitungan tersebut, periode kritis diduga akan muncul rentang 40 hingga 60 hari. Saat itu, angka pertumbuhan harian diprediksi meningkat drastis.

Sementara estimasi pemulihan nasional diperkirakan kisaran 120 hingga 150 hari dari kasus pertama ditemukan.

Fakultas Kesehatan Masyarakat UI

Pada 27 Maret 2020, tim FKM UI membuat prediksi jumlah kasus dan titik puncak penyebarannya.

Perhitungan tim FKM UI memprediksi, jumlah kasus di kisaran 500.000 hingga 2.500.000 kasus dengan mempertimbangkan tingkat intervensi pemerintah.

Adapun masa puncak akan terjadi pada hari ke 77 atau kisaran pertengahan April 2020 dengan patokan hari pertama pada pekan pertama Februari 2020.

Ilmuwan Matematika Universitas Sebelas Maret

Melansir dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (1/4/2020), Sutanto Sastraredja yang merupakan ilmuwan Matematika dari UNS, memprediksi puncak Covid-19 terjadi pertengahan Mei 2020.

Sementara, akhir pandemi dinilainya bergantung pada kebijakan yang diambil pemerintah.

Berdasarkan perhitungan matematis dinamika populasi Covid-19 menggunakan model SIQR yang dilakukannya, parameter dimasukkan dalam rumus hingga bisa dihitung kecepatan orang yang sudah terinfeksi dan masuk karantina.

Universitas Gadjah Mada

Guru Besar Statistika UGM Prof Dr rer nat Dedi Rosadi, alumni MIPA UGM Drs. Herivertus Joko Kristadi, dan alumni PPRA Lemhanas RI Dr Fidelis I. Diponegoro juga membuat perkiraan prediksi puncak penyebaran Covid-19.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Rabu (1/4/2020), para peneliti UGM ini menggunakan model yang mereka sebut dengan model probabilistik yang didasarkan atas data real.

Menggunakan model tersebut, penambahan maksimal total penderita per hari adalah sekitar minggu kedua April 2020.

Kisarannya, pada 7 April-11 April 2020 dengan penambahan kurang dari 185 pasien per hari.

Perkiraan, tersebut memperlihatkan jumlah penambahan akan terus menurun dan pandemi akan berakhir usai 100 hari yakni sekitar 29 Mei 2020.

Adapun maksimal total penerita positif Covid-19 dari perhitungan ini adalah sekitar 6.174 kasus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prediksi Sejumlah Pakar soal Puncak Wabah Virus Corona di Indonesia"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved