Virus Corona

Dihujat Media Asing, Pemerintah Indonesia Dianggap Lambat Tangani Corona, Jumlah Kematian Terus Naik

Dihujat Media Asing, Pemerintah Indonesia Dianggap Lambat Tangani Corona, Jumlah Kematian Terus Naik

Instagram @ sekretariat.kabinet
Presiden Joko Widodo mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 26 Maret 2020 didampingi Menlu, Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani 

TRIBUNJAMBI.COM - Satu media asing Bloomberg.com memberitakan bahwa Indonesia lamban bertindak saat tangani wabah virus corona.

Langkah keras seperti itu, Bloomberg katakan, paling merugikan orang miskin.

Kini Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah presentase kematian tertinggi di Asia di atas 9%.

Kabupaten dan Kota di Provinsi Jambi Diguyur Hujan Lebat, BPBD: Belum Ada Permohonan Bantuan Banjir

VIDEO Presiden Filipina Duterte Perintahkan Polisi Tembak Mati Perusuh Lockdown Virus Corona

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bungo Bahas LKPJ 2019 Melalui Teleconference

Hal ini kemungkinan menandakan jumlah infeksi sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan.

Analis menjelaskan bahwa hal ini disebabkan kurangnya kapasitas pengujian Covid-19, menurut analis Nomura.

Kemungkinan Indonesia pada akhirnya dipaksa untuk menerapkan penutupan penuh pada bulan April dan untuk jangka waktu yang lama, Nomura mengatakan dalam sebuah laporan pada Jumat.

“Kami pikir Indonesia adalah yang paling lambat dalam mengambil tindakan tegas dan oleh karena itu paling berisiko tertundanya penanggulangan wabah di dalam perbatasannya, dengan konsekuensi ekonomi negatif yang lebih besar,” kata analis Nomura yang dipimpin oleh Sonal Varma dalam laporan tersebut

."Kekhawatiran yang terbaru adalah liburan mendatang yang berisiko meningkatkan penularan karena lonjakan perjalanan domestik."

VIDEO Presiden Filipina Duterte Perintahkan Polisi Tembak Mati Perusuh Lockdown Virus Corona

Driver Ojol Ini Dapat Berkah Usai Ditipu Penumpang Setelah Antar 230 Km dari Purwokerto-Solo

Setelah Tiga Hari Menguat, IHSG Turun ke 4.778  Selasa (7/4). Asing Cetak Net Sel Rp528,06 Miliar

Kekhawatiran pandemi yang terus menyebar ke daerah kepulauan yang lebih besar menyebabkan pemerintah melarang ritual tahunan jutaan orang Indonesia yakni mudik Lebaran.

Pemerintah juga berjanji untuk melakukan segala hal untuk membatasi kerusakan pada ekonomi terbesar Asia Tenggara dari pandemi corona, dengan mengalokasikan 405 triliun rupiah ($ 25 miliar) untuk mendukung sistem kesehatan dan ekonomi.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved