Aktivitas yang Terdampak Corona

Untuk Bantu Petani dan Masyarakat Terdampak Covid-19, Perpus Rakyat Jualan Kaos dan Totebag

Kondisi ini yang menjadi pemikiran Komunitas Literasi Perpus Rakyat untuk kemudian melakukan solidaritas pangan untuk masyarakat terdampak. Mereka...

Tribunjambi/Jaka HB
Desain Kaos dan Totebag Perpus Rakyat 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mau tak mau harus diakui bahwa pandemi Covid-19 atau virus corona mempengaruhi pelbagai sendi kehidupan masyarakat Jambi.

Salah satunya masyarakat kelas menengah bawah dan yang menggantungkan hidupnya dalam sektor informal.

Kondisi ini yang menjadi pemikiran Komunitas Literasi Perpus Rakyat untuk kemudian melakukan solidaritas pangan untuk masyarakat terdampak. Mereka adalah keluarga tak mampu sekaligus petani yang penjualannya juga menurun.

Lukman Hakim Dalimunthe selaku Ketua Umum Perpus Rakyat melihat imbauan pemerintah dan kampanye #DiRumahAja terus bergelora di setiap daerah dan media sosial. Hal itu dilakukan agar virus ini cepat berhenti dan hilang.

Pasien Sembuh dari COVID-19 Bagikan Kisahnya, Beberkan Gejela Awal: Saya Tidak Bisa Cium Bau Apa-apa

Penggunaan Masker Kain Dikatakan Tak Efektif Cegah Covid-19, Benarkah? Begini Penjelasan Ahli

Bawaslu Provinsi Jambi Kembali Buka Penerimaan Sekolah Kader, Fachrul Rozi: Dilakukan Secara Online

Tetapi Lukman melihat ada permasalahan yang muncul atas kampanye tersebut, salah satunya melemahnya ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengandalkan uang harian atas pekerjaannya.

“Dampak ini sangat dirasakan oleh para pedagang kecil di pinggir jalan, para tukang ojek, dan beberapa profesi lainnya,” katanya, Sabtu (4/4/2020).

Lukman bercerita mengenai pertemuannya dengan beberapa pedagang. Pertama seorang ibu bernama Akmala, penjual es tebu di pinggir jalan Mendalo. Ia mengaku omzetnya turun drastis dari hari biasa. Ia tetap berjualan untuk mencukupi kebutuhan pangan bagi keluarganya.

"Ketika kami mewawancarainya, ia mengatakan makan apa kalau gak jual es tebu? Kalau jualan es tebu, aku dapat uang Rp 100 - Rp150 ribu per hari. Kalau gak jualan sebulan, mati aku gak makan. Begitulah kondisi yang terjadi pada masyarakat kita,” katanya lagi.

"Tidak hanya itu saja, banyak sekali masyarakat yang terdampak Covid-19 ini. Tentu ini beban moral kita bersama untuk membantu mereka," lanjut Lukman Hakim Dalimunthe.

Atas hal tersebut, Perpus Rakyat melakukan sebuah gerakan donasi untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah dan mengedukasi mereka agar tetap di rumah.

Halaman
12
Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved