Breaking News:

Citizen Journalism

Cara Polisi Mencintaimu

Karena lencana ini, justru mereka jadi tidak bisa santai di rumah, ada orang-orang yang harus dilindungi, saat yang lain aman di kediaman.

Editor: Edmundus Duanto AS
Istimewa
Polisi berkeliling memberitahu warga. 

Orang-orang egois itu lupa, kalau mereka kena, manusia lain tidak bersalah bisa juga korbanya.

Sudah kena virus, mati, menyusahkan orang pula.

Akhirat tempatnya di mana?

Wallahualam bishawab.

Mereka membubarkan kalian karena cinta.

Supaya bisa tetap bertemu keluarga dalam kondisi hidup, sehat tanpa penyakit dirasa.

Kalau boleh pilih, polisi-polisi itu mau juga ikut nongkrong, nyanyi-nyanyi pinggir jalan sama kalian.

Happy-happy lepas penat setelah tugas panjang seharian.

Kalau bisa mereka curhat.

Kalender di rumahnya tidak pernah ada tanggal merah.

Yang nikahan, buat ramai-ramai, dipersilakan selesaikan akadnya, lalu semua harus pulang kerumah.

Polisi-polisi ini mengerti, hari itu masanya pengantin berbahagia.
Karena cinta mereka terpaksa minta tunda resepsinya, agar kalian tidak kena corona di malam pertama.

Dibubarkanya pun baik-baik, pelan-pelan, dengan sopan, yang hajat dan tamu harus paham.

Tidak mau paham, siap-siap tidur di tahanan.

Kita beruntung, tidak diperlakukan pak polisi seperti di India.
Dipentung pake rotan, ketika keluar rumah.

Bahkan kabarnya ada yang sampai meregang nyawa.

Yang masih santai di tempat ramai, diajak bicara selayaknya manusia, yang ngeyel masih tetap diberi pengertian.

Yang melawan akhirnya harus ditertibkan.

Yang tidak sayang nyawa, mau mati, silahkan, tapi jangan ajak orang lain.

Karena cinta, mereka mengingatkan kalian, agar tetap hidup tidak berakhir kematian.

Semua ini pada saatnya akan berakhir sudah.

Seperti di Wuhan, kalian akan lagi bisa bebas turun ke jalan.

Ketika waktu itu tiba, percayalah, kalian akan sadar, semua yang bapak baju coklat lakukan, adalah karena mereka mau kalian tiba di masa bahagia itu.

Hari ini kita sama-sama bertahan.

Agar bisa sampai di waktu itu, kita harus tetap hidup.

"Kami dijalan untuk kalian, kalian di rumah untuk kami", begitu yang pak polisi katakan.

Kala waktu itu tiba, ingin kami berdiri berjajar di pinggir jalan.
Menundukkan kepada pada kalian dan berkata,

"Terimakasih, karena cinta kalian, kami hidup dengan aman."

*Varhan Abdul Aziz, Sekretaris Eksekutif Indonesian Bureaucracy & Service Watch

Roro Fitria Bebas dari Penjara Hari Ini, Cek Rekam Jejak Kasus Narkotika

Sesalkan Adanya Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19, MUI: Terima dan Hormati

Kapolri Umumkan Pembubaran Kerumunan Cegah Covid-19, Kapolsek Kembangan Gelar Resepsi, Alasannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved