Rencana Penurunan PPh Badan jadi 22% Tahun Ini Dipercepat

Rencana Pemerintah untuk menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan dari 25% menjadi 22% di tahun 2020 ini dipercepat.

TRIBUNJAMBI/MUZAKKIR
Ilustrasi: kantor pajak 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Rencana Pemerintah untuk menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan dari 25% menjadi 22% di tahun 2020 ini dipercepat.

Sebelumnya, direncanakan penurunan tarif PPh Badan dilakujkan secara bertahap, yaitu menjadi 22% pada tahun 2021 -2022, dan selanjutnya menjadi 20% pada 2023.

Penurunan tarif PPh Badan awalnya direncanakan melalui penerbitan Omnibus Law Perpajakan yang drafnya sudah disampaikan kepada DPR pada Februari lalu. 

Pelayanan Kantor Samsat Ditutup, Program Pemutihan Pajak di Jambi Terancam Tak Capai Target

Namun Presiden Joko Widodo sore ini, Selasa (31/3), mengumumkan penambahan belanja APBN 2020 sebesar Rp 405,1 triliun dalam rangka penanganan dampak Covid-19 dan pemulihan perekonomian.

Di antaranya ialah untuk memberikan stimulus melalui insentif perpajakan dalam rupa penurunan tarif PPh Badan. “Dan untuk penurunan tarif PPh Badan sebesar 3% dari 25% menjadi 22%,” kata Jokowi dalam konferensi pers.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama membenarkan keputusan tersebut.

Tak Perlu Repot datang ke Kantor, Begini Cara Lapor SPT Wajib Pajak Secara Online, Mudah dan Simpel

Penurunan tarif PPh Badan menjadi 22% akan dipercepat yaitu menjadi dimulai pada tahun ini hingga 2021, kemudian tarif diturunkan kembali menjadi 20% mulai tahun 2022.

“Betul. Ditunggu penjelasan resmi yang lebih rinci dalam waktu dekat ini ya,” tutur Hestu kepada Kontan.co.id, Selasa (31/3).

Dengan begitu, artinya penurunan tarif PPh Badan tidak perlu lagi menunggu UU Omnibus Law Perpajakan terbit.

Penurunan tarif PPh Badan akan dilakukan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan yang diterbitkan dalam waktu dekat.

Pelayanan Pajak di KPP Se-Indonesia Ditiadakan Hingga 5 April 2020, Bagaimana Dengan SPT?

Perppu tersebut sekaligus mengakomodasi pelebaran defisit APBN di atas 3% hingga tahun 2022 mendatang.

“Perppu yang akan dikeluarkan berisi langkah-langkah luar biasa dalam menyelamatkan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan, melalui berbagai relaksasi yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN 2020 serta memperkuat kewenangan berbagai lembaga sektor keuangan,” tutur Jokowi.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Pemerintah mempercepat penurunan PPh Badan jadi 22% tahun ini

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved