Rencana Lockdown di Jambi

BREAKING NEWS Besok Tanjab Timur Lockdown, Jalan Jambi-Sabak akan Dijaga Ketat

Masyarakat sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah daerah. Bahkan masyarakat menilai sudah saatnya pemerintah bertindak tegas dalam membatasi...

Tribunjambi/Abdullah Usman
Persiapan petugas untuk karantina wilayah di Tanjab Timur 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Tanjab Timur, beberpa langkah dilakukan Pemkab Tanjabtim.

Satu di antarnya dengan melakukan karantina wilayah yang diberlakukan sejak Sabtu (28/3/2020).

Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto, menilai langkah karantina tersebut hingga saat ini masih belum efektif untuk memantau kondisi di lapangan. ( Tanjab Timur lockdown )

Dia langsung turun ke posko meninjau kesiapan tim menjelang penutupan total atau lockdown Jalan Sabak-Jambi yang diperkirakan bakal dilakukan Senin (30/3/2020).

"Sebagai bentuk dukungan pemerintah karena ini permintaan masyarakat, kita dirikan posko pengecekan kesehatan. Karantina lokal seperti permintaan masyarakat kita mulai berlakukan," ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Dikesempatan itu pula, Bupati Romi melihat langsung proses pengecekan kesehatan dan kesiapan tim di lapangan.

Setiap pengendara dan penumpang, baik roda dua dan empat yang melintas dari Jambi menuju Sabak maupun sebaliknya tidak luput dari pemeriksaan. 

Kronologi 3 Pelaku Jual Beli Senjata ke KKB Papua Diringkus, Diintai Selama 27 Hari oleh Polisi

Viral Banget di Instagram, Ini yang Dimaksud dari Caption Until Tomorrow, Simak Ini Cara Bermainnya

Pasang Beton Pembatas di Sejumlah Titik, Kota Tegal Resmi Lockdown Wilayah Selama 4 Bulan

Pengecekan dilakukan selama 24 jam. Sekarang sudah memasuki hari keempat dari laporan tim yang berjaga di posko.

"Untuk hari ini, hanya ada satu orang yang suhu badannya di atas 38 derajat dan diberi arahan oleh tim untuk memeriksakan kesehatan ke rumah sakit, selebihnya suhu tubuh normal," jelasnya.

Selama beberapa hari kedepan, tiga pintu masuk Jalan Jambi-Sabak juga dijaga ketat. Yakni di Desa Rantau Karya Kecamatan Geragai, Desa Simpang Tuan Kecamatan Mendahara Ulu dan Kelurahan Simpang Kecamatan Berbak.

Karantina total ini dilakukan mengingat situasi saat ini dan kewajiban bersama untuk mengamankan dan melindungi masyarakat Kabupaten Tanjabtim.

"Walaupun dengan cara-cara yang tidak populis dan nyaman, namun hal ini wajib dilakukan oleh tim," katanya.

Sementara itu, pemberlakukan karantina lokal bagi warga yang keluar dan masuk Tanjabtim mendapat dukungan dari masyarakat luas di Tanjabtim.

Masyarakat mengatakan, karantina ini merupakan langkah strategis mengantisipasi penyebaran virus corona di Tanjab Timur.

Masyarakat sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah daerah. Bahkan masyarakat menilai sudah saatnya pemerintah bertindak tegas dalam membatasi warga luar yang akan masuk ke Kabupaten Tanjabtim.

"Penyebaran Covid-19 harus ditangkal sedini mungkin. Kesehatan masyarakat Tanjabtim yang jumlahnya lebih dari 200 ribu jiwa harus dilindungi," sebut Gofur, salah seorang warga Geragai.

(Tribunjambi.com/ Abdullah Usman)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved