Bandara Corner

Beberapa Maskapai dari dan ke Jambi Kurangi Frekuensi Penerbangan

Beberapa maskapai di Jambi mulai mengurangi frekuensi penerbangan domestik. Hal ini guna menghindari

Tribunjambi/Fitri Amalia
Informasi Terkini Operasional Penerbangan Lion Air Group Dampak Virus Corona 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Beberapa maskapai di Jambi mulai mengurangi frekuensi penerbangan domestik. Hal ini guna menghindari potensi penyebaran Covid-19. Walaupun begitu, kondisi operasional Bandara Sultan Thaha Jambi berlangsung normal.

M. Hendra Irawan,  Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, M. Hendra Irawan mengatakan, beberapa maskapai telah mengirimkan konfirmasi pengurangan frekuensi penerbangan. Maskapai yang mengurangi frekuensi penerbangan yakni Wings Air untuk semua tujuan yang awalnya dari 7 kali seminggu menjadi 4 kali seminggu. Ini akan berlangsung sampai dengan 31 Maret 2020.

Selanjutnya, Garuda Indonesia tujuan Jambi-Jakarta yang awalnya frekuensi penerbangan 3 kali sehari menjadi 1 kali sehari sampai dengan 5 April 2020, dan tujuan Jambi-Palembang sementara di cancel sampai dengan 5 April 2020. Maskapai Sriwijaya Air yang tadinya akan mengoperasikan rute baru tujuan Yogyakarta dan Kualanamu mulai 5 April 2020, ditunda sementara sampai dengan 15 April 2020.

"Sementara yang mengurangi dan akan mengurangi frekuensi penerbangan ada Wings Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya yang menunda mengoperasikan rute baru," benarnya, Minggu (29/3).

Untuk intensitas jumlah penumpang sendiri terjadi penurunan pergerakan setiap harinya. Pergerakan masih didominasi penumpang yang datang dibanding yang berangkat, yakni sebesar 75 persen berbanding 25 persen.

"Seminggu belakangan dari yang biasanya bisa 3.800 penumpang, sekarang hanya sekitar 1.600-an atau turun sekitar 57 persen," tambah Irawan.

Mardanus, Station Manager  Lion Air Jambi saat dikonfirmasi Tribunjambi.com melalui telepon seluler, mengatakan Wings Air dan Lion Air mengurangi frekuensi penerbangan dari awal Maret lalu, dengan tujuan Jambi, Jakarta, Muara Bungo, Palembang, Medan, Pekanbaru.

"Kondisi lagi low season seperti ini, jadi pengurangan frekuensi penerbangan, untuk Lion Air juga sama tapi selang seling gak tiap hari, yang harusnya seminggu 7 kali jadi seminggu 4 kali," ujar Mardanus.

Mardanus juga mengatakan, walaupun daerah tujuan termasuk zona merah, sejauh daerah tersebut belum mengambil kebijakan lock down Lion Air akan tetap terbang ketempat tujuan.

"Kecuali, kalo Pemerintah daerah itu memutuskan untuk lock down kita putuskan untuk tidak beroperasi sementara," pungkasnya.

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved