P2DK Cek Endra Tingkatkan Kemandirian Desa

Bupati Sarolangun yang juga Bakal Calon Gubernur Jambi H. Cek Endra memiliki program unggulan di Kabupaten Sarolangun. Program tersebut ialah

Istimewa
P2DK Cek Endra Tingkatkan Kemandirian Desa 

Bupati Sarolangun yang juga Bakal Calon Gubernur Jambi H. Cek Endra memiliki program unggulan di Kabupaten Sarolangun. Program tersebut ialah program Percepatan Pembangunan Desa/Kelurahan (P2DK).

P2DK akan memberikan bantuan kepada setiap desa/kelurahan sebesar 200 juta untuk dikelola secara mandiri. Sehingga dapat meningkatkan kemandirian desa dalam mengelola ekonomi desa.

Pasalnya, masyarakat desa dibebaskan menggunakan dana tersebut yang terpenting demi penguatan ekonomi desa. Agar tidak ada penyimpangan dana, Cek Endra meminta sarjana menjadi pengawas dana tersebut.

Manfaat P2DK sangat dirasakan oleh masyarakat desa di Sarolangun. Salah satunya diakui oleh Kepala Desa Lubuk Banggar, Batang Asai, Rodinal Mochtar, SE.

Saat ini kata Rodinal, dana P2DK dimanfaatkan untuk berkebun kopi. Kopi Batang Asai bermerek “Bukit Tempurung” dihasilkan dari kebun kopi yang mengandalkan bantuan P2DK.

Dana tersebut diakui Ronal menambah kemandirian desa dalam meningkatkan ekonomi desa. Seperti desanya yang memperioritaskan tentang penanamam kopi.

"Bubuk kopi Bukit Tempurung bahan bakunya dominan dari hasil kebun kopi P2DK di Desa Muara Pemuat,” kata Rodinal Muchtar.

Selain Desa Muara, Desa Lubuk Bangkar, Batang Asai juga menghasilkan kopi dari bantuan dana P2DK. Banyak warga yang memilih berkebun kopi karena adanya bantuan tersebut.

“Di dua Desa ini cukup banyak warga yang berkebun kopi, yakni 40 persen warga Desa Muara Pemuat dan 30 persen warga Desa Lubuk Bangkar,” ucap Rodinal.

Bukan hanya kopi, dana P2DK juga dimanfaatkan untuk menanam bibit buah lainnya. Bukit Tempurung yang menjadi objek wisata ingin memiliki taman buah yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung.

“Selain tanaman kopi, kami juga menanam bibit buah-buahan seperti lengkeng dan lainnya, agar pengunjung Bukit Tempurung nantinya juga bisa menikmati buah-buahan yang dipetik langsung. Disamping untuk peningkatan ekonomi masyarakat, juga untuk keindahan objek wisata,” pungkas Rodinal. (adv)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved