170 Desa di Provinsi Jambi Masih Belum Ada Sinyal Telekomunikasi

Sekitar 170 desa di 70 Kecamatan di Provinsi Jambi masih berada di zona blank spot atau area yang tidak tersentuh sinyal komunikasi.

170 Desa di Provinsi Jambi Masih Belum Ada Sinyal Telekomunikasi
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Komunikasi Informasi Provinsi Jambi Nurachmat Herlambang. 

170 Desa di Provinsi Jambi Masih Belum Ada Sinyal Telekomunikasi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekitar 170 desa di 70 Kecamatan di Provinsi Jambi masih berada di zona blank spot atau area yang tidak tersentuh sinyal komunikasi. Hal ini diketahui berdasarkan data di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Jambi pertanggal 24 Maret 2020 lalu.

Kepala Diskominfo Provinsi Jambi Nurachmat Herlambang mengatakan, jumlah tersebut belum dikategorikan apakah benar-benar blank spot atau hanya lemah sinyal komunikasinya. "Ini data blank spot, benar-benar ada sinyal atau sinyalnya lemah atau hilang timbul," ujarnya.

Sebab, lanjut Nurachmat, di daerah-daerah belum menyampaikan laporan secara rinci mana saja yang benar-benar mengalami zona blank spot atau melainkan hanya berada di kawasan lemah sinyal.

Satu PDP Covid-19 di Tanjab Barat Membaik

Dua Korban Longsong dan Banjir Bandang di Jangkat Timur Ditemukan Selamat

Pemkot Jambi Siapkan Rp 111 Miliar, Ini Daftar Jalan yang Akan Diperbaiki Tahun Ini

Kendati demikian, untuk saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tentunya berupaya berkoordinasi dengan provider penyedia layanan telekomunikasi untuk dapat membangun BTS atau memperbaiki dan memperkuat sinyal yang ada.

"Karena provider selain melihat aspek teknis juga sangat memperhatikan aspek ekonomis seperti jumlah penduduk atau kondisi geografis. Dan data itu beda jauh dengan yang dilaporkan provider. Karena berbeda definisi tentang blank spot," terangnya.

Selain itu, kata Nurachmat, kepada pemerintah pusat juga telah diusulkan agar dapat dibangun BTS melalui usulan Pemkab. "Namun sampai saat ini yang menjadi prioritas adalah daerah 3T (Tertinggal Terdepan Terluar). Yaitu daerah perbatasan indonesia dengan negara lainnya," sampainya.

Sementara, Kabid TIK Diskominfo Provinsi Jambi Naylul mengaku jika pihaknya telah meminta per Kabupaten untuk dapat menyampaikan laporan terkait blank spot secara detail dan rinci. Agar nantinya diketahui secara pasti dari jumlah yang ada tersebut.

"Rencananya minggu depan kami akan mengirim surat imbauan ke Kabupaten-kabupaten untuk menyampaikan kembali data secara lengkap. Sebab Kementerian pun juga meminta data lengkap," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved