Status Virus Corona di Jambi

Rekomendasi Ombudsman Jambi, Minta Hiburan Malam Ditutup Sementara

Ombudsman RI untuk Provinsi Jambi mengapresiasi langkah pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam mengantisipasi pandemik Covid 19.

OMBUDSMAN
OMBUDSMAN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jambi mengapresiasi langkah serius yang telah ditunjukkan Pemerintah Provinsi Jambi dan pemerintah kabupaten/kota dalam beberapa hari terakhir merespon pandemik Covid 19 ( virus corona ).

Ombudsman RI untuk Provinsi Jambi mengapresiasi langkah pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam mengantisipasi pandemik Covid 19.

Namun menurut Ombudsman mengigatkan agar pelayanan publik di provinsi Jambi tetap berjalan dengan baik.

Menurut Jafar Ahmad, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi ada beberapa catatan yang maaih perlu perhatian pemerintah dalam menganggulangi ancaman penyebaran Virus Corona di Jambi.

Terutama pelayanan umum di Rumahsakit yang masih perlu ditingkatkan. Hasil pemantauan sementara di Rumah Sakit Raden Mattaher Provinsi Jambi, Ombudsman menemukan beberapa keluhan dari tenaga medis di sana.

"Alat Pelindung Diri (APD) baik berupa baju pelindung dan masker N-95 masih dalam kondisi kurang cukup. Dibutuhkan lebih banyak banyak lagi untuk mengantasipasi andaikan terjadi lonjakan pasien suspect Corona di Jambi”, kata Jafar Ahmad dalam rilisnya, Jumat (20//3/2020).

Selain itu, tenaga medis yang bekerja melebihi waktu kerja normal, perlu mendapatkan perhatian dan masih menunggu kepastikan insentif.

Terhadap hal ini, Jafat mengatakan sudah menyampaikan secara langsung kepada juru bicars Provinsi Jambi yakni Johansyah.

"Ini sudah kita sampaikan dan responnya akan dilaksanakan rapat koordinasi untuk memastikan berapa jumlah “Dana Tak Sangka” yang akan digelontorkan untuk menangguli Corona di Jambi," kata Jafar.

Menurut Jafar social distancing di Jambi sudah harus dilakukan secara serius. Salah satunya dengan menutup tempat keramaian yang memungkinkan percepatan penularan virus.

"Seperti diskotek, tempat hiburan, tempat wisata, dan sejenisnya. Toko-toko dan swalayan yang menjual bahan sembako sebaiknya mengatur seminimal mungkin kontak fisik antar orang. Salah satu alternative bisa dengan menyediakan kertas/ daftar bahan yang akan dibeli, lalu pelanggan akan dihubungi setelah barang disiapkan," ujar Jafar.

"Paling tidak dengan cara ini, interaksi pertemuan orang dengan orang akan berkurang.
Ombudsman sendiri memantau perkembangan dan penanganan wabah Corona oleh pemerintah dengan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang baik dan penyelenggara pelayanan publik tetap terlindungi," pungkasnya. (Dedy Nurdin)

Tangkal Virus Corona, Pemerintah Kabupaten Merangin Gelar Doa Bersama

Virus China Picu Perdebatan Trump dan Wartawan, Anak Presiden Brasil Serang China

Wisma Atlet Kemayoran Disiapkan Jadi Rumah Isolasi

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved