Update Corona di Jambi
Pulang dari Luar Negeri, 9 Pekerja Perusahaan Perkebunan di Jambi Periksa ke RSUD Raden Mattaher
Ia menyebut, pihak RSUD Raden Mattaher memang ada menyampaikan bahwa 9 orang dari satu perusahaan perkebunan di Kabupaten Muarojambi mendatangi...
Penulis: Zulkipli | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Pulang dari Luar Negeri, 9 Pekerja Perusahaan Perkebunan di Jambi Periksa ke RSUD Raden Mattaher
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sembilan orang pekerja perusahaan perkebunan di Jambi dikabarkan memeriksakan diri ke RSUD Raden Mattaher sebagai rujukan Corona di Provinsi Jambi, Senin (16/3/2020) kemarin.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunjambi.com mereka datang atas inisiatif sendiri. Kesembilan orang ini dikabarkan sehabis berlibur ke luar negeri dan daerah terdampak Corona lainnya.
Terkait hal ini, Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Jambi, Johansyah membenarkan hal itu.
Ia menyebut, pihak RSUD Raden Mattaher memang ada menyampaikan bahwa 9 orang dari satu perusahaan perkebunan di Kabupaten Muarojambi mendatangi rumah sakit tersebut.
"Namun setelah diperiksa ternyata mereka tidak termasuk ada gejala Suspect (dicurigai) Corona itu. Maka kesembilannya dibolehkan pulang," kata Johan, Selasa (17/3/2020).
Diungkapkan Johan, pemeriksaan ini merupakan inisiatif dari pekerja sendiri. Karena kesembilannya memiliki histori perjalanan berbeda.
Ada yang pulang dari luar negeri, Jakarta, Yogyakarta dan daerah terdampak lainnya.
"Setelah diuji kesehatan melalui rontgen paru dan pindai suhu, badan mereka belum masuk kategori (dicurigai Corona; red) itu," katanya.
Oleh sebab itu, maka sembilan orang itu diperbolehkan pulang namun mereka dianggap orang dalam pengawasan.
"Nanti daftar kita, pihak RSUD akan serahkan ke Dinas Kesehatan, karena ada tim gerak cepat pantau dan awasi mereka di tengah masyarakat," jelasnya.
Ditambahkan Johan, yang jelasnya kesembilan orang ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
"Semuanya tetap bekerja kembali, karena uji kesehatan tak terbukti, setelah dicek semua tak ditemukan (gejala Corona; red)," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai setelah status pengawasan, Johan menyebut tetap dipantau olej klinik pusat untuk dilaporkan ke pusat.
"Akan dipantau selama 14 hari," ujar Johan.
Sementara untuk kunjungan ke luar negeri Johan menyebut mereka dikabarkan sehabis liburan.
"Namun karena pulang merasa ada terdampak, makanya periksa," pungkasnya
(Tribunjambi.com/Zulkifli)