Berita Tanjab Timur

Api yang Membakar Lahan di Kecamatan Sadu Berhasil Dijinakan, Petugas Masih Lakukan Pendinginan

Kebakaran lahan yang telah terjadi sejak empat hari lalu tersebut berada di kawasan lahan gambut. Sehingga menyulitkan petugas di lapangan dalam...

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kebakaran lahan di Sadu, Tanjabtim berhasil dipadamkan 

Api yang Membakar Lahan di Kecamatan Sadu Berhasil Dijinakan, Petugas Masih Pendinginan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Musim kemarau baru saja berlalu, namun beberapa wilayah di Kabupaten Tanjabtim mulai dilanda kebakaran lahan. Satu di antaranya di Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu.

Kebakaran lahan yang telah terjadi sejak empat hari lalu tersebut berada di kawasan lahan gambut. Sehingga menyulitkan petugas di lapangan dalam melakukan pemadaman api.

BREAKING NEWS Warga Kerinci Meninggal di RSUP M Djamil Padang setelah Pulang dari Malaysia

Pasien Corona yang Sembuh Dibuatkan Pesta Seremonial, Warganet Bingung: Katanya Social Distancing?

Akui Ada Oknum Pegawai PDAM yang Nakal, Dirut: Mau Dipolisikan atau Mengundurkan Diri

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Tanjabtim, Rahmat Hidayat saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, membenarkan hal itu.

 Menurutnya, kebakaran tersebut sudah terjadi lebih kurang sejak empat hari yang lalu meski sempat merembet api berhasil dijinakan oleh tim gabungan.

"Saat ini tim masih berada di lokasi masih proses pendinginan dan berjaga untuk pemadaman," ujarnya, Selasa (17/3/2020).

Terkait luasan lahan yang terbakar, dirinya secara pasti belum mengantongi data, mengingat saat ini masih fokus dalam proses pemadaman dan pendinginan. Setelah itu baru nanti pengukuran dapat dilakukan dan diketahui.

"Kita berharap api dapat padam mengingat lokasi kebakaran juga berada di wilayah gambut yang masuk kategori sulit," tambahnya.

Sementara itu Camat Sadu, Frans, saat dikonfirmasi menuturkan, dalam penaganan kebakaran lahan kosong tersebut tim gabungan TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat cukup kesulitan mengingat beberapa hari terakhir hembusan angin terbilang kencang.

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui ataupun menerima pemberitahuan, terkait penyebab dan asal mula api muncul di lahan tersebut. Mengingat saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. 

"Yang jelas perkembangan terbaru kondisi di lapangan proses pendinginan, fokus pada titik asap tebal yang kemungkinan akan kembali menimbulkan api," pungkasnya.

Sebelumnya pada Jumat, 6 Maret 2020, kebakaran lahan juga terjadi di Simpang Tuan Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Dalam kebakaran tersebut setidaknya api melahap lebih kurang 10 hektare lahan yang ditanami sawit muda.

(Tribunjambi.com/Abdullah Usman) 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved