Tradisi di Perayaan Hari Raya Nyepi - Mebuug-buugan, Perang Api, Omed-omedan hingga Pawai Ogoh-ogoh

Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Bali menjalani sejumlah ritual untuk upaya menyucikan diri.

Instagram @infodewata_
Tradisi Omed-omedan di perayaan Hari Raya Nyepi 

Tradisi di Perayaan Hari Raya Nyepi - Mebuug-buugan, Perang Api, Omed-omedan hingga Pawai Ogoh-ogoh

TRIBUNJAMBI.COM - Menjelang Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Bali menjalani sejumlah ritual untuk upaya menyucikan diri.

Beragam tradisi pun digelar dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tersebut.

Tradisi unik yang sering menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan adalah Mebuug-buugan.

Dilansir TribunTravel dari laman web kemdikbud.go.id pada Senin (9/3/2020), tradisi Mebuug-buugan merupakan permainan rakyat dengan menggunakan media lumpur yang memiliki filosofi berkaitan dengan Hari Raya Nyepi.

Mebuug-buugan, tradisi unik di Bali. \\\\
Mebuug-buugan, tradisi unik di Bali.  (Instagram/ @balinikibali)

Tradisi ini memiliki tujuan untuk memohon anugerah kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) agar umat manusia diberikan kesejahteraan dan keselamatan lahir batin.

Mebuug-buugan diambil dari kata “buug” yang berarti tanah atau lumpur dalam bahasa Bali.

Setiap perayaan Hari Raya Nyepi, tradisi ini digelar oleh warga Desa Adat Kadonganan, Kuta, Badung, Bali.

Cara Bungkam KKB Papua Diungkap Tito Karnavian, Bocorkan Strategi Saat 2 Tahun Jadi Kapolda Papua

Penyebab & Cara Mengobati Panu dengan Bahan Alami, Bawang Putih hingga Minyak Kelapa

Bagi warga yang mengikuti tradisi Mebuug-buugan ini, akan melumuri seluruh badan mereka dengan lumpur.

Tradisi ini diikuti oleh seluruh warga, baik laki-laki maupun perempuan.

Halaman
123
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved