Kisah Militer RI

Hutan Papua Jadi Saksi Kopral Kopassus Hilang, Ngaku Diikuti Tiga Makhluk Astral Kala Buru OPM

Hutan Papua Jadi Saksi Kopral Kopassus Hilang, Ngaku Diikuti Tiga Makhluk Astral Kala Buru OPM

Capture/Film Merah Putih Memanggil
Ilustrasi Kopassus 

Hutan Papua Jadi Saksi Kopral Kopassus Hilang, Ngaku Diikuti Tiga Makhluk Astral Kala Buru OPM

TRIBUNJAMBI.COM - Komando Pasukan Khusus atau lazim disebut Kopassus merupakan kebanggaan Korp Baret Merah.

Untuk memperoleh baret merah, harus melalui seleksi yang sangat berat dan ketat.

Kopassus sudah kenyang pengalaman di berbagai operasi militer. Berbagai misi dan pertempuran sukses dengan gemilang.

Setelah para prajurit dinyatakan lulus melewati werving atau rangkaian tes kesehatan, fisik, akademi dan psikologi, mereka kerap mendapat penugasan sulit.

Daftar Nama 31 Danjen Kopassus Sejak 1952 s/d Sekarang, Lengkap Dengan Misi Rahasianya

Anak dan Ayah Sama-sama Kopassus dan Sama-sama Jenderal, Ada yang Profesor Intelijen

Mayat Rekannya Jadi Saksi Perjuangan Sosok Kopassus Ini, 5 Hari Tidur Berkamuflase Bak Tentara Gugur

Beberapa operasi militer yang terkenal dan melibatkn Kopassus, di antaranya Operasi Trikora, Operasi Dwikora, Operasi Seroja, pemberantasan PRRI/Permesta hingga pembebasan sandera pesawat Garuda Woyla di Thailand.

Kejadian di luar nalar

Dalam penugasan, para prajurit musti menghadapi ganasnya kondisi alam. Bahkan ada prajurit Kopassus mengalami kejadian di luar nalar.

Seperti dikisahkan satu di antara anggota yang bertugas di Papua.

Dilansir dari buku "Kopassus untuk Indonesia"karangan Iwan Santosa dan EA Natanegara, satu di antara prajurit Kopassus mengalami pengalaman mistis yang tak lazim.

Hakim PN Sengeti Nyatakan PT Tegas Nusantara Indah Bersalah Lakukan Illegal Logging

Pesan Aktor Tom Hanks Setelah Terjangkit, Ungkap Gejala yang Dialami Sampai Positif Corona

Tubagus Chaeri Wardana Sudah Guyur Jennifer Dunn Sejak Masih Jadi Pegawai Karaoke

Ilustrasi Anggota Kopassus
Ilustrasi Anggota Kopassus (AMMOchambers)

Saat itu, sang prajurit ditempatkan sebagai komandan pos TNI di Timika.

Itu merupakan satu di antara pos yang waktu itu sangat rawan karena keberadaan pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik dan Thadeus Yogi.

Pasukan tersebut lalu diperintahkan untuk menggerebek markas OPM yang berjarak enam hari jalan kaki dari pos TNI di Timika.

Tim berangkat ke lokasi pada bulan Oktober, yang juga bertepatan dengan musim penghujan.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved