Penganiayaan Kepala SMAN 10
NU Tanjabbar Minta Kasus Penyerangan Kepsek SMA 10 Harus Ditindak Lanjuti Secara Profesional
Pergunu Tanjabbar, Hairul Fauzi mengatakan, pihaknya meminta kepada polisi untuk menangani kasus tersebut secara profesional. Selain itu, korban harus
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
NU Tanjabbar Minta Kasus Penyerangan Kepsek SMA 10 Harus Ditindak Lanjuti Polisi Secara Profesional
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Persatuan Guru Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) meminta polisi menindak lanjuti kasus penyerangan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) 10 Betara, Lasemen pada Minggu (8/3/2020).
Pergunu Tanjabbar, Hairul Fauzi mengatakan, pihaknya meminta kepada polisi untuk menangani kasus tersebut secara profesional. Selain itu, korban harus diberikan jaminan keamanan.
"Kita meminta adanya jaminan keamanan kepada korban,"katanya, Senin (9/3/2020).
• BREAKING NEWS Detik-detik Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Kepala SMAN 10 Tanjab Barat
• Polisi Berhasil Mengamankan Terduga Pelaku Penganiyaan Kepsek SMA 10 Betara
• Hujan Deras dan Angin Kencang Tumbangkan Tiga Pohon di Kota Bangko
Menurutnya, Lasemen merupakan kader NU. Dia menegaskan semua pihak harus bersama-sama dalam mengawal persoalan ini.
"Kita meminta polisi menindak lanjuti kasus tersebut secara semestinya,"ujarnya.
Menurut dia, saat kejadian korban dianiaya menggunakan kayu.
"Korban sempat ditendang di bagian kaki dan tanggan menggunakan kayu,"sebutnya.
Dilanjutkannya, pelaku membawa senjata api (Senpi) yang tersimpan di pinggangnya saat kejadian, meski tak digunakan.
"Ada juga menampakkan senjata di pinggang dan minta memediasi ke pihak desa," tandasnya.
(Tribunjambi/Samsul Bahri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/09032020-samsul-bahri.jpg)