Breaking News:

Teater di Taman Budaya Jambi

"Tubuh-tubuh Mencerminkan Bahwa Hidup tak Semua Dimengerti" Sebuah Pentas Teater Plagiat di TBJ

"Tubuh-tubuh Mencerminkan Bahwa Hidup tak Semua Dimengerti" Sebuah Pentas Teater Plagiat di TBJ

Tribunjambi.com/Nurlailis
"Tubuh-tubuh Mencerminkan Bahwa Hidup tak Semua Dimengerti" Sebuah Pentas Teater Plagiat di TBJ 

"Tubuh-tubuh Mencerminkan Bahwa Hidup tak Semua Dimengerti" Sebuah Pentas Teater Plagiat di TBJ

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suara mesin tik terdengar sejak saat penonton memasuki teater arena Taman Budaya Jambi. Sorot lampu merah menerangi tata panggung yang terlihat sederhana.

Para aktor mulai memasuki panggung dengan mengenakan kostum yang seragam berwarna oranye. Tidak ada dialog dalam pertunjukan ini.

Aktor hanya mengeluarkan kalimat yang diucap bersahut-sahutan atau satu kata yang kemudian diulangi oleh aktor lainnya.

Kalimat yang terlahir adalah jenis yang dilahirkan dari sastra atau bahasa. Tubuh-tubuh membentuk tubuh melata.

04032020_Pentas Teater di Taman Budaya Jambi
04032020_Pentas Teater di Taman Budaya Jambi (Tribunjambi.com/Nurlailis)

Tubuh peniruan dari kata-kata yang terimajinasikan. Tubuh-tubuh tanpa tema.  Tubuh-tubuh yang mencerminkan bahwa hidup tak semua dimengerti.

Hal itulah yang terlihat dari pentas pertunjukan Plagiat karya/sutradara EM Yogiswara. Pertujukan ini diproduksi oleh Teater AiR Jambi yang merupakan produksi ke 43.

Menurut sutradara, Teater AiR Jambi, EM Yogiswara mencoba memaknai dengan sesungguhnya kata plagiat atas pengalaman individual. Kalaupun ada kesamaan dengan manusia lain, barangkali itu hanya kebetulan. 

“Manusia tanpa sadar sudah masuk pada wilayah Plagiarisme Mosaik yakni menyalin dengan menyisipkan kata, frase atau kalimat dari orang lain, lalu menyambungkannya secara randem dalam setiap nafas kehidupan, setiap hari,” jelasnya.

04032020_Pentas teater plagiat di Taman Budaya Jambi
04032020_Pentas teater plagiat di Taman Budaya Jambi (Tribunjambi.com/Nurlailis)

Menurutnya setiap hari manusia juga melakukan Autoplagiarism atau Self-Plagiarism (vide infra), yaitu mengenakan kegiatan sehari-hari atas memakai karya sendiri secara identik, tanpa pernah menerangkan atau melampirkan sumber karya itu asli atau miliki orang lain.

Halaman
12
Penulis: Nurlailis
Editor: Deni Satria Budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved