5 WNI Disandera di Filipina, Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8,4 Miliar

Menurut Sobejana, kelompok penyandera mengontak perusahaan tempat kelima WNI itu bekerja sebagai nelayan. Dia mengatakan informasi itu juga diterima

Istockphoto/ Nito100
Ilustrasi disandera 

5 WNI Disandera di Filipina, Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8,4 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, Jakarta - Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di selatan Filipina dilaporkan meminta tebusan 30 juta Peso (sekitar Rp8,4 miliar) atas lima warga Indonesia (WNI) yang ditawan.

Kelima WNI itu saat ini sudah sebulan ditawan milisi tersebut.

Menurut Komandan Komando Mindanao Barat, Letjen Cirilito Sobejana, permintaan tebusan itu diketahui setelah anak buahnya yang bertugas di Sulu menyadap pesan dari para penyandera.

Menurut Sobejana, kelompok penyandera mengontak perusahaan tempat kelima WNI itu bekerja sebagai nelayan.

Dia mengatakan informasi itu juga diterima oleh petugas penghubung perusahaan tersebut yang berada di Filipina.

Sobejana mengatakan tidak akan mengabulkan tuntutan tersebut.

Punya 4 Anak Tapi Belum Menikah, Liliana Tanoesoedibjo Beberkan Kriteria Pria yang Jadi Menantunya

Cara Membuat Masker Kain Sendiri di Rumah, Bisa Dicuci dan Dipakai berkali-kali

"Kami harus memegang teguh kebijakan menolak permintaan tebusan. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan para sandera. Itu adalah jaminan yang bisa saya sampaikan kepada para keluarga dan orang terkasih mereka," kata Sobejana, seperti dikutip dari Inquirer, Selasa (3/3).

Kelompok Abu Sayyaf dikenal kerap menyandera warga asing untuk dimintai tebusan.

Mereka bahkan terkadang tidak segan membunuh sandera tersebut jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Halaman
12
Editor: suci
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved