Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Banyak Kerajinan Bernilai Tinggi, LP Perempuan Gelar Media Gathering

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Kelas II B Jambi yang berada di Sengeti, Kabupaten Muarojambi melaksanakan acara media gathering,

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Fifi Suryani
Tribunjambi/Samsul Bahri
Suzanna, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B di Sengeti, Kabupaten Muarojambi saat acara Media Gathering, Kamis (27/2). 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Kelas II B Jambi yang berada di Sengeti, Kabupaten Muarojambi melaksanakan acara media gathering, Kamis (27/2). Pelaksanaan media gathering ini mengangkat tema "Kolaborasi, dukung Resolusi Pemasyarakatan tahun 2020".

Dalam kesempatan ini turut hadir Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Jambi, Suzanna. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi Yes Isman, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Muarojambi, perwakilan Polres Muarojambi, serta perwakilan Danrem.

Kegiatan media gathering ini dilaksanakan seluruh Indonesia yang digelar oleh Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI yang digelar secara live streaming. Dalam kesempatan ini, Dirjend Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Sri Puguh Budi Utami memaparkan kondisi lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Usai live streaming, dilanjutkan dengan dialog yang dipimpin oleh Suzanna. Kalapas meminta peran dari media dalam menyampaikan informasi ke masyarakat tidak hanya informasi negatif tetapi juga berimbang dengan kegiatan positif para warga binaan di LP perempuan ini.

"Bantu kami memberitakan kegiatan positif warga binaan yang ada di LP Perempuan Jambi ini. Artinya pemberitaan yang berimbang, jangan hanya pemberitaan negatif saja, kami mohon bantuannya agar apa yang telah dilakukan warga binaan ini dapat diketahui masyarakat luas," sebutnya.

Lebih lanjut Suzanna mengatakan bahwa selama menjadi warga Binaan di LP Perempuan Jambi ini, beragam kegiatan positif banyak dilaksanakan dan para warga binaan telah banyak memproduksi barang yang memiliki nilai jual yang tinggi. Ia menyebutkan di dalam Lapas ada batik hasil karya warga binaan, produk makanan, pertanian yang cukup lengkap dan kerajinan lainnya, yang telah dipasarkan di luar Lapas.

"Dengan bantuan pemberitaan dari media kami berharap agar setelah keluar dari LP perempuan ini mereka memiliki skill dan dapat diterima dengan baik di masyarakat sehingga mereka tidak terpikirkan lagi mengulangi tindak pidana yang mereka lakukan sebelumnya," pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved