Suap Ketuk Palu

Hakim Cabut Hak Politik Tiga Mantan DPRD Provinsi Jambi Ini, Gara-gara Suap Ketuk Palu

Zainal Abidin, Effendi Hatta dan Muhammadiyah divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi.

Hakim Cabut Hak Politik Tiga Mantan DPRD Provinsi Jambi Ini, Gara-gara Suap Ketuk Palu
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Tiga terdakwa kasus suap ketok palu pengesahan RAPBD tahun 2017-2018 menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (27/2/2020). 

Hakim Cabut Hak Politik Tiga Mantan DPRD Provinsi Jambi Ini, Gara-gara Suap Ketuk Palu

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Zainal Abidin, Effendi Hatta dan Muhammadiyah divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jambi dalam kasus suap ketok palu RAPBD tahun 2017-2018.

Pada pembacaan putusan yang berlangsung pada Kamis (27/2/2020), majelis hakim berpendapat bahwa ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagai mana didakwakan sebelumnya pada pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

BREAKING NEWS Tiga Terdakwa Suap Ketuk Palu Divonsi Empat Tahun Penjara

Diduga Sopir Ngantuk, Truk Batu Bara Terguling di Jalan Lintas Sumatera Mendalo

Ini Berat Hukuman yang Diterima Effendi Hatta Dkk, Mantan Anggota Dewan Divonis

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara hadap masing-masing terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun, denda 200 juta subsider tiga bulan penjara," sebut ketu majelis hakim Yandri Roni saat membacakan putusan.

Sementara untuk terdakwa Effendi Hatta majelis hakim menjatuhkan uang pengganti kerugian negara sebesar 100 juta rupiah sebagai mana dituntut oleh jaksa KPK pada persidangan sebelumnya.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik terhadap tiga terdakwa untuk tidak dipilih kembali dalam jabatan publik selama lima tahun setelah menjalani masa pidana.

"Menetapkan Pidana tambahan pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun," ujar majelis hakim.

Seperti diketahui tiga terdakwa yakni Zainal Abidin selaku terdakwa I, Effendi Hatta sebagai Terdakwa II dan Muhammadiyah sebagai terdakwa III telah menjalani proses persidangan sebanyak 13 kali di pengadilan tipikor Jambi.

Sebanyak 67 saksi telah dihadirkan oleh jaksa KPK selama persidangan. Sementara barang bukti nomor urut satu sampai denga 252 akan dipergunakan untuk perkara Sufardi Nurzain dan kawan-kawan. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved