Berita Jambi

Keberatan Kliennya Dituntut Hukuman Lebih Berat, Ini Tanggapan Penasehat Hukum dr Bambang

Keberatan Kliennya Dituntut Hukuman Lebih Berat, Ini Tanggapan Penasehat Hukum dr Bambang

Keberatan Kliennya Dituntut Hukuman Lebih Berat, Ini Tanggapan Penasehat Hukum dr Bambang
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Tujuh Terdakwa korupsi pembangunan asrama haji tahun 2016 menjalani sidang tuntutan di pengadilan negeri Jambi. Senin (24/2/2020) di persidangan ini, M Taher Rahman mantan kakanwil kemenag provinsi Jambi dituntut 8 tahun penjara 

Keberatan Kliennya Dituntut Hukuman Lebih Berat, Ini Tanggapan Penasehat Hukum dr Bambang 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penasehat hukum Taher, terdakwa Revitalisasi Asrama Haji Jambi, Duen Sasberi SH, ditemui usai persidangan mengatakan, akan menanggapai tuntutan jaksa pada nota pembelaan pada persidangan Senin 2 Maret 2020 pekan depan.

Dia menilai jaksa cukup tinggi dalam menerapkan Pasal 3 dengan ancaman tersebut.

"Sebagian ada yang dituntut pasal 2 dan pasal 3. Khususnya klien kami itu pasal 3 dengan tuntutan penjara 8 tahun 6 bulan. Saya kira jaksa cukup tinggi ini menerapkan pasal 3 dengan ancaman seperti itu. Baik ancaman pidana kurungan ataupun denda," katanya ditemui awak media usai persidangan Senin (24/2/2020).

Lebih lanjut Duen mengatakan, pihaknya mempertimbangkan penerapan pasal pada tunturan terhadap kliennya itu.

Ini Hal yang Memberatkan Tuntutan Tiga Rekanan Korupsi Proyek Asrama Haji Jambi

Dokter Bambang Terancam 9 Tahun Penjara, Ini Perannya di Korupsi Proyek Asrama Haji Jambi

Asrama Haji di Jambi Jadi Gedung Tak Berpenghuni, 90 Televisi Hilang dan Hanya Tersisa 15 Unit

"Apakah penerapan pasal 3 ini sudah tepat atau tidak," katanya.

Sementara itu, penasehat hukum Bambang Marsudi Raharja, Tiopan Tarigan SH mengaku kecewa dengan tuntutan jaksa yang menuntut tinggi kliennya.

Ia berpendapat Bambang tidak ada sangkut pautnya dengan PT GKN.

"Hubungan antara pak Bambang dengan pak Johan hanya rekan dalam hal utang piutang atau pinjam meminjam dalam melakukan suatu bisnis. Pak Bambang adalah menjadi korban di sini," kata Tiopan.

Selain mempertanyakan soal tuntutan yang lebih tinggi pada kliennya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved