Ingat 'Doni Kecil' di Warkop DKI Maju Kena Mundur Kena? Begini Wajahnya setelah 25 Tahun

Doni merupakan bocah yang kerap menjahili orang dengan membawa kodok, termasuk Dono, Kasino dan Indro yang kerap ngapel ke rumah kakaknya.

Editor: Duanto AS
Tribunnews.com/Nurul Hanna
Yoga Pratama, pemeran Doni di film komedi Warkop DKI berjudul Bisa Naik Bisa Turun. 

TRIBUNJAMBI.COM - Wajah cowok ini saat masih kecil pernah populer lantaran film komedi Warkop DKI.

Kala itu Yoga Pratama menjadi pemeran Doni kecil di film berjudul Bisa Naik Bisa Turun.

Doni merupakan bocah yang kerap menjahili orang dengan membawa kodok, termasuk Dono, Kasino dan Indro yang kerap ngapel ke rumah kakaknya.

Kini, perubahan besar terjadi pada hidup Yoga Pratama.

Doni kecil, perbandingan wajah Yoga Pratama saat masih kecil dan saat ini.
Doni kecil, perbandingan wajah Yoga Pratama saat masih kecil dan saat ini. (Tribunstyle.com)

Bagaimana kabar 'Doni kecil' 25 tahun kemudian?

Daftar Lengkap Film Warkop DKI sejak 1970-an s/d 1994, Khusus Bioskop Layar Lebar

Ingatkah 10 Wanita Cantik di Film Warkop DKI? Begini kondisinya Sekarang setelah 30 Tahun Lebih

Daftar Penyiar Radio Prambors 1971 s/d Sekarang, Ini Sejarahnya dari Zaman Warkop s/d Desta

Yoga Pramata kini berwajah mirip Abimana.

Sekarang yang kini dia genap berusia 36 tahun.

Yoga yang masih menggeluti dunia seni peran, mengaku sering disebut mirip Abimana Aryasatya.

"Banyak banget yang bilang (mirip Abimana) sih," ucap Yoga saat ditemui di Institute Francais d'Indonese, M.H Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Yoga mengaku merasa mirip di bagian bentuk wajah.

Meski begitu, Yoga enggan dibandingkan aktingnya dengan Abimana.

Bagi Yoga, ia lebih dulu memasuki dunia seni peran dibanding Abimana.

"Kayaknya duluan saya deh, (main film) dibanding dia. Nggak merasa sama sih," kata Yoga.

Yoga memang mengawali kariernya tahun 90-an.

Ia berperan sebagai anak kecil maka yang memelihara kodok, di sejumlah judul film Warkop DKI.

Ia juga sempat berperan dalam film yang berangkat dari kisah nyata, Tragedi Bintaro.

Masih menggeluti dunia akting, ia juga berkesempatan bermain dalam film Indie berjudul 'Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak'.

Yoga berperan sebagai perampok bernama Frans, dan beradu akting dengan aktris Marsha Timothy.

Lihat video pada menit ke-5

Daftar film Warkop DKI lengkap

Berikut ini daftar lengkap koleksi film komedi layar lebar Warkop DKI sejak 1970-an hingga yang terbaru.

Satu di antara grup lawak legendaris di Indonesia adalah Warkop DKI.

Grup beranggota Dono Kasino Indro ini telah menelurkan 34 film layar lebar yang semuanya booming.

Film komedi menyegarkan itu telah tayang sejak 1970-an hingga kini.

Dalam kemasan komedi, terkadang Warkop DKI juga menampilkan sindiran terkait fenomena ekonomi, sosial politik dan budaya.

Selain itu, magnet dalam film itu juga ada pada wanita seksi yang tampil sebagai pacar-pacar DKI.
Setelah dari layar lebar, Warkop DKI juga tampil di layar kaca, namun dengan kemasan komedi situasi yang sedikit berbeda.

Film terbaru Warkop DKI berjudul Warkop DKI Reborn, yang dibintang artis Indonesia zaman sekarang, bukan Dono Kasino Indro.

Perjalanan sejak 1970-an

Perjalanan grup lawak yang berdiri puluhan tahun lalu ini mengalami naik turun.

Awalnya, Warkop DKI bernama Warkop Prambors. Grup ini juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI yang merupakan grup lawak.

Warkop DKI, Dono Kasino Indro.
Warkop DKI, Dono Kasino Indro. (Instagram)

Grup ini dibentuk Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro).

Nanu, Rudy, Dono dan Kasino merupakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta. Sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta.

Di situs wikipedia dituliskan, mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors.

Acara lawakan itu hadir setiap Jumat malam antara pukul 20.30-21.15 WIB, disiarkan radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Dalam acara obrolan itu, Rudi Badil sering berperan sebagai Mr James dan Bang Cholil.

Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori.

Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam, bisa Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang).

Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak).

Sementara itu Dono berperan sebagai Slamet (Jawa).

Berikut ini 34 judul film komedi Warkop DKI sejak 1979-1994

Mana Tahaaan... (1979) bersama Nanu Mulyono, Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi dan Kusno Sudjarwadi.

Gengsi Dong (1980) bersama Camelia Malik, Zainal Abidin dan M. Pandji Anom.

GeEr - Gede Rasa (1980) bersama Dorman Borisman, Ita Mustafa dan Itje Trisnawati.

Warkop DKI
Warkop DKI ()

Pintar Pintar Bodoh (1980) bersama Eva Arnaz, Debby Cynthia Dewi dan Dorman Borisman.

Manusia 6.000.000 Dollar (1981) bersama Eva Arnaz, Dorman Borisman dan Abdul Hamid Arief.

IQ Jongkok (1981) bersama Enny Haryono, Marissa Haque, dan Bokir.

Setan Kredit (1982) bersama Minati Atmanegara, Nasir dan Alicia Djohar.

Chips (1982) bersama Sherly Malinton, Tetty Liz Indriati dan M. Pandji Anom.

Dongkrak Antik (1982) bersama Meriam Bellina, Mat Solar dan Pietrajaya Burnama.

Maju Kena Mundur Kena (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us.

Pokoknya Beres (1983) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us.

Tahu Diri Dong (1984) bersama Eva Arnaz, Lydia Kandou dan Us Us.

Itu Bisa Diatur (1984) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka dan Aminah Cendrakasih.

Gantian Dong (1985) bersama Ira Wibowo, Lia Warokka, Leily Sagita dan Advent Bangun.

Kesempatan Dalam Kesempitan (1985) bersama Lydia Kandou, Nena Rosier, Lia Warokka, dan Kaharuddin Syah.

Sama Juga Bohong (1986) bersama Ayu Azhari, Nia Zulkarnaen, dan Chintami Atmanegara.

Atas Boleh Bawah Boleh (1986) besama Eva Arnaz, Dian Nitami dan Wolly Sutinah.

Depan Bisa Belakang Bisa (1986) bersama Eva Arnaz dan HIM Damsyik.

 Dikabarkan Gading Marten dan Juria Hartmans Bakal Menikah, Gisel Malah Berikan Respon Menohok Ini

Makin Lama Makin Asyik (1987) bersama Meriam Bellina, Susy Bolle dan Timbul.

Saya Suka Kamu Punya (1987) bersama Doyok dan Didik Mangkuprojo.

Jodoh Boleh Diatur (1988) bersama Raja Ema, Silvana Herman dan Nia Zulkarnaen.

Malu-Malu Mau (1988) bersama Nurul Arifin, Suyadi dan Sherly Malinton.

Godain Kita Dong (1989) bersama Lisa Patsy, Ida Kusumah, Tarsan, dan Diding Boneng

Sabar Dulu Doong...! (1989) bersama Anna Shirley, Pak Tile dan Eva Arnaz.

Mana Bisa Tahan (1990) bersama Nurul Arifin, Zainal Abidin, Sally Marcellina, dan Diding Boneng

Lupa Aturan Main (1991) bersama Eva Arnaz, Fortunella, Hengky Solaiman, dan Diding Boneng

Sudah Pasti Tahan (1991) bersama Nurul Arifin dan Sherly Malinton.

Bisa Naik Bisa Turun (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Fritz G. Schadt, Gitty Srinita, dan Diding Boneng

Masuk Kena Keluar Kena (1992) bersama Kiki Fatmala, Fortunella, Sally Marcellina, dan Diding Boneng

Salah Masuk (1992) bersama Fortunella, Gitty Srinita, Tarida Gloria dan Angel Ibrahim.

Bagi-Bagi Dong (1993) bersama Kiki Fatmala dan Inneke Koesherawati.

Bebas Aturan Main (1993) bersama Lella Anggraini, Gitty Srinita dan Diah Permatasari.

Saya Duluan Dong (1994) bersama Diah Permatasari, Gitty Srinita dan HIM Damsyik.

Pencet Sana Pencet Sini (1994) bersama Sally Marcellina, Pak Tile, Taffana Dewi, dan Diding Boneng. (Tribunjambi.com)

 Berapa Tarif Mangggung Didi Kempot Per 1 Jam? Via Vallen dan Nella Kharisma Kalah Mahal

 Ukuran Milik Via Vallen dan Nella Kharisma Selisih Dikit, Cuma Beda 3 Cm

 Pencuri Celana Dalam Via Vallen Ketahuan, Ukuran Badan Pedangdut Cantik Ini Pun Terungkap

 Mengapa Bentuk Dengkul Nella Kharisma Beda dengan Penarinya? Terungkap Rahasia Goyangan Menarik

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved