Sidang Kasus Suap Ketuk Palu

Terdakwa Elhelwi Akui Rp 600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan, Ngaku di Depan Hakim

Sidang Kasus Suap Ketok Palu, Terdakwa Elhelwi Akui Rp600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan

Terdakwa Elhelwi Akui Rp 600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan, Ngaku di Depan Hakim
Tribunjambi.com/Dedy Nurdin
Sidang Kasus Suap Ketok Palu, Terdakwa Elhelwi Akui Rp600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan 

Sidang Kasus Suap Ketok Palu, Terdakwa Elhelwi Akui Rp600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan 

 TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa suap ketuk palu, Elhelwi, mengaku menerima uang ketok palu sebesar Rp925 juta untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017 dan 2018.

Pernyataan itu diungkapnya saat menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa pada Kamis (20/2/2020). 

Untunk pengesahan ketok palu RAPBD tahun 2017, Elhelwi menyebut menerima uang Rp200 juta. Uang itu diterima dari Kusnidar secara bertahap.

"Bulan Januari Kusnindar kerumah bawa kantong kresek. Tidak dihitung awalnya, setelah dia pulang saya masuk ke kamar saya hitung jumlahnya 100 juta," katanya. 

BREAKING NEWS El Helwi Cs Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa di Pengadilan Tipikor Jambi

BREAKING NEWS Anggota DPR RI Ini Akui Terima Uang Ketok Palu di Persidangan

Inilah 12 Wabah Penyakit Terburuk Dalam Sejarah, Tewaskan Hingga Jutaan Orang

Masih ditahun 2017, pada bulan Februari Kusnidar kembali menyambangi rumahnya untuk mengantarkan sisa kekurangan uang ketok palu Rp100 juta. 

"Februari dia (Kusnindar) datang lagi pakai hartop, ini bang kekurangan untuk abang katanya, jumlahnya Rp100 lagi," ungkapnya. 

Masih ditahun 2017 saat mengikuti Bimtek di Bogor ia ditelpon Zainal Abidin untuk ke kamar hotel untuk menjemput Rp25 juta. Sementara untuk jatah komisi III Rp100 juta diambil dari rumah Zainal Abidin. 

"Dikamar itu ada dua orang, saya lupa orangnya siapa. Yang Rp 100 jutanya lagi untuk jatah Komisi III setelah kembali dari Bimtek jemput dirumah pak Zainal Rp 100 juta," jelasnya. 

Sementara untuk pengesahan tahun 2018, sekira Januari, Wahyudi datang ke rumahnya mengantarkan Rp 600 juta jatah untuk enam orang anggota fraksi PDI Perjuangan. 

Namun kata Elhelwi, uang itu belum sempat dibagiakan karena adanya OTT terhadap Saifudin dan Supriyono. 

"Semua Rp 925 juta sudah saya kembalikan ke penyidik KPK, ditransfer oleh penasehat hukum saya," ujarnya.

Sidang Kasus Suap Ketok Palu, Terdakwa Elhelwi Akui Rp600 Juta Jatah untuk Fraksi PDI Perjuangan (Tribunjambi.com/Dedy Nurdin) 


Penulis: Dedy Nurdin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved