VIDEO: Miris, Damkar Muarojambi Hanya Punya Satu Armada yang Berfungsi

M Rifai mengungkapkan sejumlah kekurangan yang ada di dalam bagian Damkar di bawah Dinas Satpol PP Kabupaten Muarojambi.

VIDEO: Miris, Damkar Muarojambi Hanya Punya Satu Armada yang Berfungsi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Muarojambi, M Rifai mengungkapkan sejumlah kekurangan yang ada di dalam bagian Damkar di bawah Dinas Satpol PP Kabupaten Muarojambi. Satu diantaranya soal armada damkar yang hanya ada satu unit yang berfungsi secara baik.

"Jadi kalo kita bicara keadaan damkar Kabupaten Muarojambi memang jauh dari kecukupan, ini berdasarkan aturan," tuturnya.

M Rifai menyebutkan bahwa Kabupaten Muarojambi memiliki 4 Pos Penjagaan dengan pos induk yang berada di Perkantoran Kabupaten Muarojambi. Pos penjagaan Damkar ada di Kecamatan Jaluko, kemudian di Unit II Sungai Bahar, dan Kumpeh.

"Kita punya armada itu ada 5 unit dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter. Yang bagus itu hanya ada satu, itu di pos sini, yang di Kumpeh itu kalo diisi sekarang dua jam lagi bocor, habis airnya, yang lain juga seperti itu, ini ada satu yang mangkarak," ungkap M Rifai.

Digaji Minim, Tiga Tahun Baju Personel Damkar Muarojambi Tak Pernah Ganti

Terungkap! Ini Oknum ASN Bungo yang Tertangkap Bawa Sabu, Polisi Beberkan Identitasnya

Ditambahkan oleh M Rifai bahwa armada yang ada di Damkar terakhir kali dianggarkan di tahun 2014. Sementara mobil lainnya ada yang bahkan berdasarkan anggaran tahun 1999 dan 2007.

"Kalo dari segi umur memang sudah layak untuk di perbaiki. Kalo dari segi mesin mobil itu bagus, tapi hanya tempat air itu yang bocor. Jadi kalo untuk pengadaan baru memang mahal, tapi kalo untuk perbaikan tentu jauh lebih murah," katanya.

Selain soal mobil, soal selang untuk pemadaman juga turut menjadi kendala pemadaman selama ini. M Rifia menyebutkan bahwa ketika terjadi kebakaran dan petugas datang tidak tepat waktu yang selalu disalahkan adalah petugas damkar.

"Selang juga bocor, paling kalo kita semprotkan air dikebakaran itu yang sampai ke titik kebakaran paling cuma 40 persen, 60 persennya keluar karena bocor, selang kita ditempel-tempel itu," sebutnya.

Lebih lanjut Ia menyebutkan bahwa jika berdasarkan aturan yang ada, untuk satu pos penjagaan tersebut paling jauh mencakup jarak 7,5 kilometer dengan waktu tanggap petugas sekitar 15 menit. Namun, yang ada di Kabupaten Muarojambi kata M Rifai tidak sesuai dengan aturan yang ada.

"Satu pos itu sesuai aturan itu paling jauh 7,5 Km, dengan tangap petugas waktu 15 menit. Nah di kita ini tidak ikuti aturan. Risikonya petugas kita dimaki-maki, padahal kita sudah semaksimal mungkin, bayangkan jaraknya yang kita tempuh itu lebih jauh dari jangkauan," sebutnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved