Berita Jambi

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Provinsi Jambi, Tumbuh Positif 2,61 Persen

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Provinsi Jambi, Tumbuh Positif 2,61 Persen

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Provinsi Jambi, Tumbuh Positif 2,61 Persen
Tribunjambi/Fitri Amalia
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Wahyudin. 

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Provinsi Jambi, Tumbuh Positif 2,61 Persen

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berbeda dengan pertumbuhan produksi industri anufaktur besar dan sedang yang menurun, Pertumbuhan produksi IMK, singkatan dari Industri Manufaktur Mikro dan Kecil (y-on-y) pada triwulan IV tahun 2019 mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,61 persen dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2018.

Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Mikro dan Kecil triwulanan (q-to-q) pada triwulan IV tahun 2019 mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 2,15 persen dari triwulan III tahun 2019.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil untuk nasional mengalami peningkatan sebesar 4,85 persen enam industri yang menyumbang pertumbuhan indeks Industri Mikro Kecil di Provisi Jambi, tiga diantaranya mengalami pertumbuhan positif dibandingkan triwulan IV tahun 2018.

"Industri Tekstil kita naik sebesar 29,45 persen, begitu juga angka pertumbuhan nasional naik sebesar 4,09 persen, lalu industri Percetakan naik sebesar 17,94 persen dan angka pertumbuhan nasional mengalami kenaikan sebesar 14,73 persen dan terakhir Industri Makanan juga naik sebesar 11,92 persen dan angka pertumbuhan nasional naik sebesar 6,30 persen," jelas Wahyudin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi.

Sensus Penduduk Segera Dimulai 15 Februari 2020, BPS Ajak Masyarakat Sukseskan SP2020

Nilai Ekspor dan Impor Jambi Turun, BPS Pastikan Bukan Karena Virus Corona

Pertama di Indonesia, Kartu Pelanggan Gas ala Fasha Jadi Role Model Nasional

Beberapa industri yang mengalami pertumbuhan negatif di antaranya Industri furniture turun sebesar minus 9,45 persen tetapi angka pertumbuhan nasional mengalami peningkatan sebesar 5,57 persen, dan industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya turun sebesar minus 5,34 persen, walaupun angka pertumbuhan nasional naik sebesar 3,87 persen.

"Industri Barang Galian bukan Logam juga turun sebesar minus 4,96 persen, tetapi untuk angka pertumbuhan nasional meningkat sebesar 5,42 persen," ujarnya.

Untuk Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulanan (q-to-q) pada triwulan IV tahun 2019 mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 2,15 persen dibandingkan dengan triwulan III tahun 2019.

Walau begitu, angka pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil secara nasional mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,24 persen.

"Secara umum penyebab menurunnya pertumbuhan Industri Mikro dan Kecil di triwulan ini antara lain menurunnya permintaan dan juga tingginya permintaan ditriwulan sebelumnya untuk beberapa event nasional dan daerah, beberapa proyek pemerintahan yang masih berjalan sedangkan ditriwulan ini hanya pada proses penyelesaian saja," jelas Wahyudin.

Dari enam industri yang menyumbang pertumbuhan Indeks Industri Mikro Kecil di Provisi Jambi, dua diantaranya mengalami pertumbuhan positif dibandingkan triwulan III tahun 2019.

Industri yang mengalami pertumbuhan positif yakni Industri Percetakan naik sebesar 5,10 persen dan Industri kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya tumbuh positif sebesar 4,58 persen.

Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Provinsi Jambi, Tumbuh Positif 2,61 Persen (Tribunjambi.com/Fitri Amalia)

Penulis: fitri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved