Impor Bawang China Terganggu Virus Corona, Stok Bawang di Pasar Kota Jambi Menipis

Harga bawang putih di pasaran dalam Kota Jambi masih tinggi. Hingga Kamis (12/2) bawang putih di pasar Kota Jambi dijual Rp 55 ribu per kilogram.

Impor Bawang China Terganggu Virus Corona, Stok Bawang di Pasar Kota Jambi Menipis
Tribunjambi/Miftahul Jannah
Harga bawang di Pasar Angso Duo Kota Jambi mulai naik akibat pasokan kurang. 

Impor Bawang China Terganggu Virus Corona, Stok Bawang di Pasar Kota Jambi Menipis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Harga bawang putih di pasaran dalam Kota Jambi masih tinggi. Hingga Kamis (12/2) bawang putih di pasar Kota Jambi dijual Rp 55 ribu per kilogram. 

Komari, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Jambi mengatakan, sebelumnya harga bawang putih sempat mencapai Rp 60 ribu per kilogram, namun sudah sedikit menurun menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

“Kita juga berupaya menambahkan pasokan stok,” kata Komari, Kamis (12/2).

Lebih lanjut Komari menyebutkan, tingginya harga bawang putih karena tidak adanya impor dari luar. Sebab kebutuhan bawang putih Indonesia masih bergantung pada China.

“Sekarang lagi gembor-gembor penyakit (virus corona), itu menjadi penyebab. Daerah yang memasok saat ini tidak lagi memasok. Seperti ekspor dari Cina ke Indonesia yang sekarang lagi tidak masuk,” imbuhnya.

Hindari Tertular Virus Corona, Sejumlah Orang Nekat Pakai Kondom di Jari Saat Naik Lift, Amankah?

Digaji Minim, Tiga Tahun Baju Personel Damkar Muarojambi Tak Pernah Ganti

Komari mengatakan, kebutuhan bawang putih di Kota Jambi saat ini dipasok dari produk lokal pulau Jawa. Selain itu masih mengandalkan stok lama bawang ekspor dari luar.

“Kita di Sumatera belum ada pemasok bawang putih. Bawang putih kita saat ini dipasok dari Pulau Jawa,” katanya.

Kata Komari, bawang putih lokal memang kualitasnya tidak sebagus bawang ekspor. Saat ini bawang putih lokal masih mencukupi untuk kebutuhan daerah.

Komari mengaku, pihaknya memiliki grup Dinas Perdagangan dan Perindustrian se-Indonesia. Pada grup tersebut dilakukan koordinasi dan kolaborasi untuk kebutuhan bawang putih.

“Jadi koordinasinya di sana, kalau ada daerah yang banyak stok bawang, saling berbagi ke daerah yang kekurangan stok,” ujarnya.

Untuk kepastian stabilnya harga bawang putih, Komari belum bisa menjamin. Pasalnya masih tetap menunggu bawang putih ekspor dari China.

“Kalau sudah stabil kondisi di China, dan bisa ekspor itu baru bisa stabil, karena kita sudah terbiasa pakai bawang ekspor yang dinilai lebih sip,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved