Tanah 3.740 Meter di Kota Jambi Akan Dieksekusi, Usman Melawan, Ajukan Keberatan ke PN Jambi

Pengadilan Negeri Jambi akan melakukan eksekusi pada objek perkara tanah seluas 3.740 meter persegi di kawasan Soekarno Hatta.

Tanah 3.740 Meter di Kota Jambi Akan Dieksekusi, Usman Melawan, Ajukan Keberatan Ke PN Jambi

TIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengadilan Negeri Jambi akan melakukan eksekusi pada objek perkara tanah seluas 3.740 meter persegi di kawasan Soekarno Hatta. Rencananya dieksekusi Kamis besok (13/2/2020).

Eksekusi ini sendiri berdasarkan surat pemberitahuan pelaksanaan eksekusi rill No. W5.U1/397/HK.02/I/2020 yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jambi.

Namun, hal ini mendapat perlawanan dari pihak Usman, melalui kuasa hukumnya Frandy Septior Nababan SH dan rekan telah mendaftarkan keberatannya ke Pengadilan Negeri Jambi sebagai langkah perlawanan.

“Eksekusi tidak dapat dilaksanakan karena barang/objek yang akan dieksekusi tidak sesuai dengan barang yang disebutkan di dalam amar putusan (non executable),” kata Frandy di Pengadilan Negeri Jambi, Rabu (12/2/2020).

31 Daerah di Jambi Ini Jadi Kampung Narkoba, di Bungo Ada Dua Lokasi

Pilwako Sungai Penuh Akan Sengit, Fikar Diisukan Gandeng Yos Adrino, Ahmad Zubir-Pusri Amsy

Frandy mengatakan, eksekusi tersebut telah lari dari putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sebagaimana diputuskan dalam putusan nomor 13/PDT/2015/PT.JMB.

Dalam amar putusan menyatakan penggugat (Tanoto Unang) adalah pemilik yang sah dan berhak atas tanah seluas 3.740 meter persegi di Jalan Soekarno Hatta. Dahulu dikenal dengan Jalan Halim Perdana Kusuma, berdasarkan sertifikat hak milik Nomor 557/ Desa Thehok Tanggal 1 Maret 1976 atas nama Penggugat (Tanoto Unang).

“Jika dilihat, maka SHM 557 tersebut pada tahun 1976 jelas terletak berada di Kota Jambi, Kelurahan The Hok,” katanya.

Sementara, jika dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 1986 tentang tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Madya Daerah Tingkat II Jambi dan Kabupaten Daerah Tingkat II Batanghari. Maka tidak mungkin SHM 557/The Hok Kota Jambi menunjuk lokasi objek tanah berada di Paal Merah yang pada saat itu (Tahun 1976) masih wilayah administratif Kabupaten Batanghari.

"Maka jelas tanah klien kami Usman sejak tahun 1962 berdasarkan surat jual beli dengan bertuliskan bahasa arab melayu, yang terletak di Paal Merah di samping RS Siloam dahulu Rs Asia Medica tidak pernah disertipikatkan oleh siapapun hingga saat ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, dalam putusan pengadilan berpendapat bahwa SHM 557/The Hok terletak di Paal Merah sebagaimana diterangkan oleh surat Ketua Pengadilan Negeri Jambi Edy Pramono tertanggal 30 Oktober 2019.

Kekejian Ayah Tiri di Sungai Gelam Terungkap, Gigi Cerita Telah Diperkosa

Reaksi Rocky Gerung Ditanya Soal Istri Oleh Wanita Ini, Rahma Sarita: Mau Cari Istri yang Berjilbab?

Secara legal formil, menurutnya pengadilan telah melakukan penyelewengan hukum. Dalam amar putusan tidak pernah menyebut bahwa SHM/557 adalah Paal Merah, malah dengan tegas menuliskan SHM 557 berada di The Hok.

"Artinya Tanah Tanoto Unang berdasarkan putusan pengadilan sesuai dengan SHM 557 yang berada di The Hok, bukan di Paal Merah," katanya.

“Kami menyatakan eksekusi nomor 14/Pen.Pdt/Eks/2019/PN.Jmb, terhadap putusan nomor 07/Pdt.G/2014/PN.Jbi. jo nomor 13/PDT/2015/PT.JMB. jo nomor 2989 k/pdt/2015, jo nomor 204 PK/PDT/2018 , tidak dapat dilaksanakan karena objek yang akan di eksekusi tidak sesuai dengan barang yang disebutkan di dalam amar putusan," pungkasnya. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved