Puluhan Kilo Ganja Disimpan di Gudang Sekolah Kota Jambi, Malah Dikira Perlengkapan Belajar

Joni Hendra dan Joni Tanjung masih mendekam di balik jeruji besi Rutan Mapolda Jambi.

Puluhan Kilo Ganja Disimpan di Gudang Sekolah Kota Jambi, Malah Dikira Perlengkapan Belajar
Tribun Jambi/M Ferry Fadly
Dua tersangka pengiriman ganja siap edar sebanyak 29 kilogram saat ekspose di Mapolda Jambi, Senin (20/1/2020) siang. Ditresnarkoba Polda Jambi menggagalkan percobaan pengiriman ganja di Tanjab Barat dan Kota Jambi. 

Puluhan Kilo Ganja Disimpan di Gudang Sekolah Kota Jambi, Malah Dikira Perlengkapan Belajar

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Joni Hendra dan Joni Tanjung masih mendekam di balik jeruji besi Rutan Mapolda Jambi. Hal ini karena kasus yang menimpanya yaitu kedapatan menyimpan narkotika jenis ganja di Gudang SD 130 dikawasan Kebun Daging, Mayang Mangurai, Kotabaru, Kota Jambi.

Saat ini, penyidik Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi sedang mengebut berkas penyelundupan 29 kilogram ganja untuk segera diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jambi, AKBP Abdul Havid Aziz mengatakan pihaknya telah memeriksa berapa saksi atas kasus tersebut, termasuk pihak sekolah.

“Dari pihak sekolah sendiri memang tidak tahu ada narkotika jenis ganja, karena pihak sekolah menduga itu perlengkapan sekolah yang baru didatangkan. Karena sekolah itu sedang memesan perlengkapan belajar mengajar,” katanya, Senin (10/2).

BREAKING NEWS Polda Jambi Sita 29 Kg Ganja Siap Edar, JH Simpan di Gudang SD di Kebun Daging

Antisipasi Jimat, Polisi Akan Ikut Awasi Tes SKD CPNS di Bungo

Udang Ketak Jambi Tak Bisa Diekspor ke China Karena Virus Corona, Apif: Kita Harus Cari Pasar Lain

Kemudian penyidik juga telah memeriksa transaksi rekening bank terhadap keduanya. Pasalnya ini kali kedua tersangka mencoba menyeludupkan narkoba, kuat dugan mereka sudah memiliki banyak harta benda dari hasil penjualan barang haram tersebut.

“Rekening bank mereka tidak ada yang mencurigakan, tidak ada jumlah transaksi yang mencolok, tapi dari pengakuan tersangka mereka diupah sebesar Rp 300 ribu per paketnya,” ujarnya.

Terkiat satu unit Mobil Avanza dengan Polisi BB 1548 LR, ternyata bukanlah milik tersangka atau milik napi berinisial AD yang masih mendekan di lapas Jambi. Dari hasil penelusuran, mobil itu merupakan mobil yang sengaja disewa untuk mengantarkan ganja ke tempat tujuan.

“Seperti kasus narkoba lainya, setiap ada mobil yang diamankan, selalau mobil sewaan. Itu dilakukan jika terendus pihak kepolisian ambil itu langsung ditinggalkan, agar mereka tidak rugi banyak,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka ditahan di sel tahanan Ditresnarkoba Polda Jambi dan terancam kurungan penjara seumur hidup karena dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkoba.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved