Shopping Time

2020 Transaksi Emas Kembali Bergairah, Konsumen Didominasi Petani Karet dan Sawit

Tahun 2020 harga emas mulai stabil, daya beli dan daya jual pada logam mulia ini berimbang. Berbanding terbalik tahun sebelumnya,

2020 Transaksi Emas Kembali Bergairah, Konsumen Didominasi Petani Karet dan Sawit
TRIBUN JAMBI/ADE SETYAWATI
Suasana transaksi di Toko Emas Internasional di Pasar Jambi, Selasa (11/2). Setelah turun di tahun 2019, tahun 2020 ini transaksi emas kembali bergairah. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tahun 2020 harga emas mulai stabil, daya beli dan daya jual pada logam mulia ini berimbang. Berbanding terbalik tahun sebelumnya, transaksi emas sangat menurun.

Pemilik Toko Emas Sumatera, Riko menuturkan konsumen terbesar toko-toko perhiasan di Jambi didominasi pekerja di perkebunan, khusus nya karet dan sawit.

“Saat harga hasil bumi naik, kisaran penjualan kita naik sekitar 20 persen hingga lebih, dari hari-hari biasanya,” tutur Riko.

Di Toko Emas Internasional transaksi penjualan emas saat harga hasil perkebunan naik hingga 60 persen. Karyawan Toko Emas Internasional, Azhari menyebut jenis yang paling diminati pembeli adalah gelang dan kalung.

“Jenis emas yang paling diminati itu ada gelang dan juga cincin, kalau model nya itu tergantung selera masing-masing, dan tidak ada model-model tertentu” imbuh Riko.

Berdasarkan kadar, di Toko Emas Sumatera yang paling laku adalah emas 22 karat, yang 70 persen dan 75%. “Harga saat ini yang 70 persem itu Rp420 ribu/gram dan yang 75 persen Rp520 ribu, belum termasuk ongkos,” ujar Riko.

Di Toko Emas Internasional gelang dan kalung yang banyak diminati berupa emas putih dan kuning. “Kalau emas putih 75 persen dan yang kuning 70 persen,” tambah Azhari.

Selain saat naiknya hasil bumi, ada juga momen-momen pembelian emas mengalami peningkatan. “Kalau hasil bumi naik memang banyak yang beli, tapi kalau hasil bumi turun juga mereka banyak yang jual,” tambah Riko.

Momen tahun ajaran baru juga banyak dimanfaatkan konsumen untuk menjual emasnya. “Kalau untuk sekarang ini sudah seimbang antara jual dan beli, karena harga emas juga sudah mulai stabil, kalau ada kenaikan pun tidak banyak,” tutup Riko.

Penulis: Ade Setyawati
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved