Berita Batanghari

Sehari Pakai Tawas 600 Kg, Upaya PDAM Tirta Batanghari Kurangi Tingkat Kekeruhan Air di Musim Hujan

Sehari Pakai Tawas 600 Kg, Upaya PDAM Tirta Batanghari Kurangi Tingkat Kekeruhan Air di Musim Hujan

Sehari Pakai Tawas 600 Kg, Upaya PDAM Tirta Batanghari Kurangi Tingkat Kekeruhan Air di Musim Hujan
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Pengolahan air bersih PDAM Tirta Batanghari. Sehari Pakai Tawas 600 Kg, Upaya PDAM Tirta Batanghari Kurangi Tingkat Kekeruhan Air di Musim Hujan 

Sehari Pakai Tawas 600 Kg, Upaya PDAM Tirta Batanghari Kurangi Tingkat Kekeruhan Air di Musim Hujan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi.

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Memasuki musim penghujan, debit air Sungai Batanghari mengalami peningkatan. Begitu juga dengan tingkat kekeruhannya.

Data yang didapat dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Batanghari, tingkat kekeruhan air atau Nephelometric Turbidity Units (NTU) di Sungai Batanghari berada pada angka 50 NTU saat musim penghujan.

Hal ini membuat PDAM Tirta Batanghari banyak mengeluarkan obat penjernih air (Tawas) dari musim kemarau agar air yang dialirkan kepada pelanggan jernih.

Kepala Bidang Teknik PDAM Tirta Batanghari, Supran mengatakan, dalam sehari pihaknya bisa menggunakan 600 Kg tawas selama musim hujan. Berbeda saat musim kemarau yang menggunakan 500 kg.

Menunggak Tagihan Selama 6 Bulan, 328 Pelanggan Diputus PDAM Tirta Batanghari

Toyota Camry Seharga Rp 600 Jutaan, Pimpinan dan Wakil DPRD Provinsi Jambi Dapat Mobil Dinas Baru

Kisah Penderita Corona Melahirkan, Begini Kondisi Sang Bayi yang Tak Sempat Dilihat Ibunya

Peningkatan penggunaan tawas, disebutkan Supran dilakukan sejak September 2019 lalu atau awal musim penghujan tiba di Kabupaten Batanghari.

"Saat musim penghujan penggunaan tawas atau obat penjernih air meningkat sekitar 20 persen dibandingkan saat musim kemarau," ungkapnya, Senin (4/2/2020).

Selama musim kemarau kata Supran, penggunaan tawas dalam waktu satu bulan mencapai 15 ton. Sedangkan saat musim penghujan seperti saat ini, bisa mencapai sekitar 18 ton perbulan.

"Jika ditotalkan dalam setahun kita bisa habis 180 ton tawas," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved