Harga Sembako di Pasar Kota Jambi Naik, Pedagang Sebut Pengaruh Cuaca Buruk

Akibat cuaca ekstrem membuat bahan-bahan di pasar tradisional naik, bahkan beberapa bahan kosong akibat tak ada pengiriman.

Tribunjambi/Fitri Amalia
Harga cabai merah besar, cabai merah keriting dan cabai rawit di pasar Jambi mengalami naik. 

Harga Sembako di Pasar Kota Jambi Naik, Pedagang Sebut Akibat Cuaca Buruk

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Akibat cuaca ekstrem membuat bahan-bahan di pasar tradisional naik, bahkan beberapa bahan kosong akibat tak ada pengiriman.

Dampak dari buruknya cuaca membuat pedagang-pedagang di pasar tradisional membeli dan menjual dengan harga yang cukup tinggi.

Cuaca membuat tanaman-tanaman mati, dan juga membuat tanaman seperti tomat tidak matang dengan sempurna, karena hal ini membuat berkurangnya pasokan barang, harga-harga naik bahkan sempat tidak ada pengiriman.

“Bahan-bahan di sini naik semua, ya karena cuaca juga yang tidak menentu, terutama cabai lah, sangat terasa naiknya yang lumayan,” jelas Siwar pedagang pasar keluarga.

Sempat Lumpuh Puluhan Jam Akibat Longsor, Jalan Batang Asai-Sarolangun Mulai Normal

Sempat Kejar-kejaran, 8 Anak Punk Ditangkap Satpol PP Kota Jambi, Ima Mengaku Baru Saja Melahirkan

VIDEO: Ini Wujud Arena Aquatic Senilai Rp 401 Miliar yang Dibangun di Papua

“Selain naik, tomat juga sempat kosong, tidak ada pengiriman, tapi sekarang sudah masuk lagi, tapi ya gitu harganya lebih tinggi dari sebelumnya,” tambah Siwar.

Tidak hanya di Pasar Keluarga yang merasakan kenaikan, pedagang di Pasar Simpang Pulai juga mengatakan hal yang sama.

“Kalo di sini, juga bahan-bahan pada naik, ada yang naik sedikit dan ada juga yang naik banyak tapi kalo bawang putih, banyak nian naiknya, harganya tinggi, ngambil dari agen aja udah Rp. 38.000 sekarang,” jelas Muslikah pedagang Pasar Simpang Pulai.

Sulikah juga mengatakan dari agen harga sudah naik, sehingga pedagang menaikkan harga. "Kan kami pedagang juga ambil untung, rata-ratalah sekarang ni pasar dimana-mana pada naik."

“Akibat naik ni, pembeli-pembeli tu pada ngeluh, kok mahal nian gitu, tapi mau kayak mana lah lagi, kami juga ambil untung dak banyak, paling seribu atau dua ribu, meskipun mahal kan mereka juga tetap harus beli,” tutup Muslikah.(Ade)

Penulis: tribunjambi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved