Tanjab Timur akan Rolling Guru Secara Besar-besaran, Antisipasi yang "Mengadu" ke Pusat
Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Daerah BKPSDMD akan lakukan rolling besar besaran terhadap guru, Minggu (2/2).
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
Tanjab Timur akan Gelar Rolling Guru Secara Besar-besaran, Antisipasi yang "Mengadu" ke Pusat
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Masih belum meratanya keberadaan Guru di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) akan lakukan rolling besar besaran terhadap guru, Minggu (2/2).
Permasalahan kebutuhan tenaga guru di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri, bukan perkara baru. Hingga saat ini masih banyak ditemukan sekolah sekolah yang kekurangan tenaga pengajar berstatus PNS.
Terutama bagi sekolah yang berada jauh dari pusat kabupaten dan sekitarnya, sebaliknya bagi sekolah yang berada di perbatasan dan wilayah terisolir masih membutuhkan peran Guru PNS.
Untuk itu BKPSDM Tanjab Timur dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi dan rolling terhadap Guru PNS. Untuk itu pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebagai dinas yang menaungi.
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Beruntun di Simpang Rimbo, 6 Kendaraan, Sementara 4 Korban
• Asyiiiiikkk Harga iPhone 7 Plus Turun Drastis, Cek Harga dan Tempat Belinya di Sini!
"Terkait pemerataan tenaga Guru yang kosong di sekolah sekolah, sejauh ini kita memang belum menemukan formula atau solusi untuk pemerataannya. Solusi yang mungkin dapat dilakukan dengan cara rolling dengan catatan harus ada komitmen," ujar Sekretaris BKPSDMD Angga Hari.
Tambahnya, kenapa komitmen harus ditekankan pihaknya tidak ingin setelah hasil koordinasi dengan Dinas pendidikan dilakukan dan Dinas tersebut telah mengeluarkan nama nama guru yang harus dipindahkan, timbul masalah baru.
"Nanti ada pula para guru yang setelah tahu namanya akan dipindah mulai mereka cari pengaduan ke pejabat tinggi daerah berharap untuk tidak di-rolling. Tentunya upaya tadi tidak akan efektif jika para guru tdi tidak memegang komitmen," terangnya
Menurutnya, saat ini keberadaan guru PNS tidak merata antara di Kecamatan A dan B terlebih bagi Kecamatan Kecamatan yang jauh dari Pusat Kabupaten.
"Sebut saja di Kecamatan Sabak Barat, tentu lebih banyak Guru PNS menumpuk di sana, untuk itu tentunya kami akan berkoordinasi secara intensif bersama Dinas Pendidikan dalam pemerataan Guru," tambahnya.
Dikatakannya pula, sejauh ini laporan yang tercatat wilayah yang banyak kekurangan tenaga Gurunya seperti di Kecamatan Sadu dan Berbak tidak dapat dipungkiri lagi sudah pasti.
"Bahkan masih kita jumpai di sana satu sekolah hanya terdapat dua guru PNS kepala sekolah dan satu orang guru pengajar," tambahnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur Junaidi Rahmat, saat dikonfirmasi Tribunjambi.com mengakui permasalahan pemerataan guru di Tanjabtim masih menjadi permasalahan serius. Mengingat hampir setiap tahun kekurangan guru selalu menjadi pertanyaan.
• Kecelakaan Maut Simpang Rimbo, Fortuner Hitam Hajar Truk dan 1 Motor setelah Tabrak 3 Motor
"Tadi saja saya di Kecamatan Sadu sempat meninjau masih banyak sekolah dalam satu sekolahnya hanya diisi dua tiga tenaga Guru PNS. Sesuai aturan tidak sesuai minimal sembilan guru baru ideal," jelasnya.
Dikatakannya pula, untuk saat ini kebanyakan kekurang guru diisi dengan tenaga honorer, tidak dipungkiri untuk Tanjabtim memang masih krisis tenaga pengajar terutama yang berstatus PNS.
"Berdasarkan data yang kita punya kekurangan guru kita hingga saat ini mencapai 774 orang tenaga guru lagi," pungkasnya. (usn)
FOLLOW INSTAGRAM TRIBUN JAMBI:
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22012020_bkpsdm.jpg)