Kisah Militer Indonesia

Kala Nama Kopassus Gegerkan Dunia Pada 31 Maret 1981, Serangan Kilat Tumpas Teroris di Operasi Woyla

Kala Nama Kopassus Gegerkan Dunia Pada 31 Maret 1981, Serangan Kilat Tumpas Teroris di Operasi Woyla

Kala Nama Kopassus Gegerkan Dunia Pada 31 Maret 1981, Serangan Kilat Tumpas Teroris di Operasi Woyla
KOMPAS/KARTONO RYADI
36 sandera tiba di Lanuma Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (31/3) siang. 

Kala Nama Kopassus Gegerkan Dunia Pada 31 Maret 1981, Serangan Kilat Tumpas Teroris di Operasi Woyla

TRIBUNJAMBI.COM - Sejarah Indonesia mencatat, kekuatan Pasukan Khusus dari TNI yang pernah buata geger dunia.

Semua berawal dari Operasi Woyla, saat personel Kopassandha atau kini bernama Kopassus melumpuhkan para teroris yang menyandera pesawat Garuda Indonesia terjadi tepat hari ini 38 tahun yang lalu.

Kisah melumpuhkan pembajak pesawat ini melambungkan nama Korps Baret Merah di dunia Internasional.

Cerita berawal pada 28 Maret 1981, pesawat DC-9 Woyla milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan 48 penumpang dibajak 5 orang teroris.

Pesawat tersebut dibajak ketika dalam penerbangan dari Bandara Kemayoran menuju Bandara Polonia Medan.

Oleh kelima teroris pesawat sebenarnya akan diterbangkan menuju Lybia.

Mujur akhirnya pesawat mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand sehingga militer Indonesia bisa lebih leluasa melaksanakan operasi pembebasan sandera dengan cara mengirimkan pasukan khusus.

Dari Kopassus hingga Anggota Polisi, Inilah Deretan Anak Artis yang Tak Ikuti Jejak Orang Tuanya

Dari 17 Peti Mati yang Disediakan Akhirnya Terisi 5, Misi Rahasia Kopassus di Thailand

Pengalaman Tak Terduga Anggota Kopassus saat Penyamaran 1 Tahun di Wilayah Musuh, Kaget

Tanggung jawab untuk mengirimkan pasukan khusus diberikan kepada Letkol Sintong Panjaitan yang menjabat sebagai Asisten 2/Operasi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda/Kopassus).

Komandan Tim Antiteror dipimpin oleh Letkol Sintong Panjaitan, dan disertai oleh tiga orang perwira menengah yang nantinya memimpin operasi di lapangan yakni, Mayor Sunarto, Mayor Isnoor, dan Mayor Subagyo HS.

Sintong Pandjaitan memimpin RPKAD merebut kembali gedung RRI
Sintong Pandjaitan memimpin RPKAD merebut kembali gedung RRI 

Mengingat kasus pembajakan DC-9 Woyla sudah diberitakan secara internasional di seputar Bandara Dong Muang ternyata sudah penuh dengan aparat keamanan Thailand dan wartawan dari berbagai media massa.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved