Ketua KPK Firli Bahuri Bantah Sebut Harun Masiku di Singapura, "Yang Rilis Pertama Menkumham"

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, membantah jika pernah mengatakan Harun Masiku berada di Singapura.

Ketua KPK Firli Bahuri Bantah Sebut Harun Masiku di Singapura,
KPU
Harun Masiku. Ketua KPK Firli Bahuri Bantah Sebut Harun Masiku di Singapura, "Yang Rilis Pertama Menkumham" 

Ketua KPK Firli Bahuri Bantah Sebut Harun Masiku di Singapura, "Yang Rilis Pertama Menkumham"

TRIBUNJAMBI.COM-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, membantah jika pernah mengatakan Harun Masiku berada di Singapura.

Diketahui, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-P) tersebut, menjadi buronan KPK.

Firli Bahuri pun menyebut bahwa yang melakukan rilis berita pertama kali adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)

"Saya tidak pernah menyampaikan bahwa Harun Masiku ada di luar negeri. Yang rilis pertama adalah Menkumham," kata Firli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020), dikutip dari Kompas.com.

Sehingga, keberadaan dari Harun Masiku merupakan wewenang Menkumham dan Dirjen Imigrasi, untuk menjelaskan kepada Komisi III.

Siswi SD Asal Cianjur Pulang Keadaan Hamil Tua, Ini yang Terjadi Selama Diculik Selama 4 Tahun

Pasien Pria 23 Tahun Sembuh dari Virus Corona, Pengakuan Soal Gejala Mirip Flu, Penyebab Bisa Sembuh

Update Sidang Pemakzulan Donald Trump, Ken Starr: Mirip Perang, Impeachment Adalah Neraka

"Silakan Menkumham yang diekspos karena itu di luar domain saya. Walaupun saya tahu diberitahu oleh Menkumham, tapi saya tidak pernah bicara," katanya.

Firly mengatakan, tugas KPK adalah bertanggungjawab mencari dan menangkap Harun Masiku.

"Jadi sebaiknya mungkin hal itu bapak tanya ke Menkumham, bukan tanya saya, tapi untuk mencari Masiku itu tanggungjawab saya selaku ketua dan jajaran KPK. itu jawab saya," imbuhnya.

Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Ketua KPK ini mengaku kesulitan untuk mencari keberadaan Harun Masiku, karena sikap yang tidak kooperatif.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved