Demi Selamatkan Nyawa Pasien Virus Corona, Tim Medis Tak Sempat ke Toilet Hingga Pakai Popok Dewasa

Padatnya jadwal penanganan pasien virus Corona, membuat tim medis mengaku memakai popok dewasa.

Demi Selamatkan Nyawa Pasien Virus Corona, Tim Medis Tak Sempat ke Toilet Hingga Pakai Popok Dewasa
AFP/HECTOR RETAMAL
Para staf di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China, Sabtu (25/1/2020), menggunakan pelindung khusus, untuk menghindari serangan virus corona yang mematikan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Padatnya jadwal penanganan pasien virus Corona, membuat tim medis mengaku memakai popok dewasa.

Pasalnya tim medis tidak punya waktu untuk pergi ke toilet, di tengah usaha mereka merawat pasien virus Corona.

Para tim medis berjibaku menangani para pasien yang positif terinfeksi patogen mematikan itu, di tengah ribuan kasus yang muncul.

Tanggapi Kasus Jiwasraya, SBY Singgung Tokoh yang Akan Dilengserkan, Siapa Dia?

Berbagai video yang tidak bisa terkonfirmasi kebenarannya merebak di media sosial, menunjukkan suasana rumah sakit tempat pasien dirawat.

Dalam laporan media setempat, tim medis yang kelelahan tetap mengenakan pakaian hazmat mereka untuk merawat pasien positif virus corona.

Mereka menuturkan, pakaian itu membutuhkan waktu lama untuk bisa dilepaskan ketika mereka harus pergi ke toilet untuk buang hajat.

Begini Reaksi Mantan Bupati Nias Idealisman Dachi Saat Dilempari Kotoran Babi oleh Sejumlah Orang!

Seorang dokter di Rumah Sakit Union Wuhan di Weibo mengatakan, mereka memakai popok untuk orang dewasa demi mempersingkat waktu.

"Kami tahu bahwa pakaian perlindungan ini mungkin adalah hal terakhir yang kami pakai. Kami tak bisa membuang-buang waktu," ucapnya dilansir Daily Mirror Minggu (26/1/2020).

Presiden Xi Jinping menyatakan, China terancam menghadapi "suasana sedih" yang sudah merenggut kegembiraan perayaan Tahun Baru Imlek Sabtu (25/1/2020).

Darurat Virus Corona Capai 2800 Kasus, China Kirim 2000 Perawat Tambahan Guna Tangani Pasien

Sebabnya, virus dengan kode 2019-nCov (Novel Coronavirus 2019) itu sudah merenggut nyawa 81 orang, di mana sebagian besar korban terpusat di Provinsi Hubei.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved