Kedubes AS di Baghdad, Irak Dihantam 3 Roket, Siapa Bertanggungjawab?
Sumber keamanan mengatakan kepada AFP, dari lima roket yang diluncurkan, tiga di antaranya mengenai sasaran. Satu roket dilaporkan menghantam
Kedubes AS di Baghdad, Irak Dihantam 3 Roket, Siapa Bertanggungjawab?
TRIBUNJAMBI.COM - Serangan roket kembali menghantam Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak, Minggu (26/1) waktu setempat.
Sumber keamanan mengatakan kepada AFP, dari lima roket yang diluncurkan, tiga di antaranya mengenai sasaran.
Satu roket dilaporkan menghantam kafetaria saat jam makan malam.
Seorang pejabat senior Irak melaporkan satu orang terluka akibat serangan tersebut.

Namun tidak diketahui dengan jelas identitas korban, apakah warga AS atau anggota staf Irak yang bekerja di misi.
Kedutaan Besar AS tidak segera merespons saat dimintai konfirmasi.
Misi diplomatik yang berada di Zona Hijau itu sudah berulangkali dihujani roket dalam beberapa bulan terakhir.
Akan tetapi tidak ada satupun pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
• Siapa Sebenarnya Kobe Bryant, Antar Lakers Juara NBA Lima Kali Namanya Sejajar Dengan Michael Jordan
• Sampel Dikirim ke Kemenkes, Hasil Lab Pasien Diduga Terinfeksi Corona di Jambi Keluar 2 Minggu Lagi
Serangan itu merupakan kali kedua dalam sepekan, setelah sebelumnya tiga roket mendarat pada 20 Januari.
Sebuah sumber AS menyebut serangan roket Senin lalu itu menghantam dekat kediaman wakil duta besar.
Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi dan Ketua Parlemen Mohammed Halbusi sama-sama mengutuk serangan itu.
Satu bulan lalu serangan roket menghantam basis pasukan AS di utara Irak utara menewaskan seorang kontraktor Amerika.
AS menuduh kelompok Hashsha al-Shaabi berada di balik serangkaian serangan roket ke kedutaan besar AS di Baghdad dan pangkalan yang menampung pasukan mereka.
Sebagai balasan, AS melakukan serangan terhadap Kataeb Hezbollah, sebuah faksi bersenjata garis keras Irak yang merupakan bagian dari jaringan militer Hashsha al-Shaabi.
Setidaknya 25 militan Kataeb Hizbullah terbunuh dalam serangan 29 Desember lalu.
Setelah itu, pendukung mereka mengepung kedutaan AS sebagai pembalasan.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia