Petaka Jika Jawa-Bali Tersambung, Bupati Jembrana Tolak Jalan Tol dan Minta Kaji Ulang Manfaatnya!

Bupati Jembrana menilai tol Jawa-Bali perlu kajian lagi terutama manfaat dan dampak bagi masyarakat setempat serta pemasukan daerah.

Petaka Jika Jawa-Bali Tersambung, Bupati Jembrana Tolak Jalan Tol dan Minta Kaji Ulang Manfaatnya!
Kompas.com/ Sri Lestari
Jalan Tol Bali Mandara 

Wacana pembangunan Tol Trans Jawa yang disambung dengan Tol Gilimanik-Tabanan di Bali ini juga menjadi isu hangat di media sosial.

Rencana pembangunan tol penghubung Ketapang-Gilimanuk ini sebenarnya adalah ulangan dari rencana pembangunan jembatan Jawa-Bali beberapa tahun silam.

Namun rencana tersebut gagal karena ditolak masyarakat Bali.

Alasannya adalan mengantisapiasi kepadatan penduduk dan meningkatnya tidak kriminalitas.

Selain itu, juga adanya kepercayaan umat Hindu di Bali mengenai cerita Mpu Sidi Mantra, yang menyebutkan Pulau Jawa dan Bali tidak boleh disambungkan.

Bila disambung maka akan terjadi malapetaka buat warga Bali.

 

"Awya angatepaken Jawa muang Bali, yan atep Jawa Muang Bali, rusak ikanang Bali pulina stananing hyang (Jangan sekali-sekali menyatukan Bali dengan Jawa. Kalau disatukan Bali akan rusak)," kata Ketua PHDI Bali, Prof. Dr I Gusti Ngurah Sudiana, beberapa waktu lalu.

Menurut Prof Sudiana, Jawa adalah pulau untuk politik dan Bali sebagai stana dewa, sehingga tidak boleh disambung antara Jawa dan Bali.

Ini merupakan bhisama dari Ida Mpu Sidhi Mantra.

(TribunnewsWiki.com/Melia/TribunBali/I Made Ardhiangga Ismayana)

Editor: heri prihartono
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved