Dua Kali Ditabrak Tongkang, Warga Was-was Melintasi Jembatan Muara Sabak Tanjab Timur

Kondisi jembatan Muara sabak yang memprihatinkan akibat ditabrak kapal tongkang kali kedua pada pertengahan November lalu,

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Jembatan Muara Sabak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 

Dua Kali Ditabrak Tongkang, Warga Was-was Melintasi Jembatan Muara Sabak Tanjab Timur

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pasca ditabrak Tongkang untuk kali kedua, perbaikan Jembatan Muara Sabak masih menunggu penghitungan ulang pihak kementrian terkait besaran biaya perbaikan. 

Kondisi jembatan Muara sabak yang memprihatinkan akibat ditabrak kapal tongkang kali kedua pada pertengahan November lalu, hingga saat ini tindakan perbaikan masih belum dapat dilakukan.

Keadaan jembatan yang sudah seharusnya mendapatkan perbaikan tersebut, tidak hanya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari melintas.

Dikatakan Kiman (53) satu dari warga Muara Sabak Timur yang setiap harinya melintasi jembatan tersebut menuturkan, rasa khawatir tentu saja ada saat melintas diatas jembatan kebanggaan masyarakat Tanjabtim tersebut.

Laga Final Gubernur Cup 2020, Warga dan Pejabat Merangin Berbondong-bondong ke Kota Jambi

Tes SKD CPNS Tanjabtim Digelar di Kota Jambi, Catat Ini Waktunya

"Ditambah kalau pas sore hari atau weekend selalu ramai warga yang melintas atau berhenti di bahu jembatan. Padahal di sisi jembatan sudah tertulis imbauan untuk tidak parkir di jembatan," ujarnya, Rabu (22/1).

Dirinya sendiri, lebih khawatir lagi saat musim penghujan saat ini dimana, permukaan air sungai akan meningkat sehingga pengemudi transportasi air diharapkan lebih waspada.

"Terutama kapal tongkang, sehingga insiden yang berulang ini tidak lagi terjadi sebelum jembatan ini mendapatkan perbaikan," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Tanjabtim Risdiansyah saat dikonfirmasi Tribunjambi.com menuturkan, terkait pasca di serempet kapal tongkang pada beberapa bulan lalu pihaknya telah berkoordinasi bersama tim satker dan pihak kementerian.

"Informasi terbarunya saat ini Tim Kementerian tengah melakukan penghitungan ulang terkait besaran selisih biaya perbaikan untuk jembatan tersebut, nah namun besaran biaya itu yang hingga saat ini belum diketahui," ujarnya.

Karena pada akhir tahun lalu pengecekan keseluruhan jembatan sudah dilakukan dan telah mendapat gambaran besaran biaya perbaikan, setelah insiden kedua ini tentunya ada perubahan. 

"Seharusnya sekarang sudah perbaikan, namun harus dihitung ulang lagi," tambahnya.

Untuk menghindari insiden terulang pihaknya juga telah berkoordinasi bersama dinas terkait untuk pengamanan jembatan. Bahkan Kabupaten sudah ada perdanya terkait penggunaan kapal pandu, namun memang hingga saat ini tidak berjalan. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved