Breaking News:

Siaga Banjir dan Longsor Pemprov Jambi Siapkan 1.000 Personel

Apel pasukan siaga bencana hidrometeorologi Provinsi Jambi digelar di Lapangan Kantor Gubenur Jambi, Senin (20/1/2020).

Tribunjambi/Zulkifli
Apel pasukan siaga bencana hidrometeorologi Provinsi Jambi digelar di Lapangan Kantor Gubenur Jambi, Senin (20/1/2020). 

Siaga Banjir dan Longsor Pemprov Jambi Siapkan 1.000 Personel

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Apel pasukan siaga bencana hidrometeorologi Provinsi Jambi digelar di Lapangan Kantor Gubenur Jambi, Senin (20/1/2020).

Apel siaga tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Pemprov Jambi mengadapi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di Provinsi Jambi. Apel dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan untuk pasukan yang siagakan sebanyak 1.000 orang personel. Terdiri dari TNI, Polri, BPBD, tim SAR, tim kesehatan, pemadam kebakaran dan lain sebagainya. “Itu tim siaga kurang lebih 100 dan TRC kita 300 Provinsi Jambi dan Batanghari yang kita ambil tadi,” ujarnya.

Mekanisme kenaikan status sendiri kata Bayu nanti Surat Keputusan (SK) kenaikan akan dinaikkan ke Gubernur Jambi dalam satu hingga dua hari untuk ditandatangani.

Peringatan Dini BMKG Selasa (21/1) - Jambi, Sumsel, NTT, Kaltim Waspada Hujan Lebat Disertai Angin

Isu Tunggakan, Benarkah BPJS Kesehatan Alokasikan Anggaran hingga Rp 4,1 M untuk Insentif Direksi?

“Namun mulai Senin ini sudah bisa dikatakan status Jambi naik siaga darurat, dan setelah ditandatangani akan kita antar langsung ke BNPB,” jelasnya.

Surat tersebut langsung ke BNPB agar nantinya ada dukungan dari pusat. Dukungannya bisa berbentuk peralatan atau penggunaan dana.

“Untuk peralatan dari kita perahu karet kita minta dua buah untuk menambah lima perahu karet yang sudah ada. Untuk dana belum kita naikkan karena syaratnya harus ada kejadian baru bisa diajukan, kita lihat usulan dari kabupaten nanti agar bisa direkap,” ujarnya.

Untuk kondisi teranyar bencana hidrometerologi Bayu menyebut saat ini masih kondisi normal walaupun agak naik.

“Untuk saat ini tinggi muka air 10,73 yang status di atasnya pada ketinggian 13, ini untuk jaga-jaga saja statusnya karena daerah juga belum ada kejadian luar biasa,” sampainya.

Daerah yang sudah menaikkan status kata Bayu ada tiga yakni Merangin, Sarolangun, Batanghari sehingga membuat Provinsi harus menaikkan status. “Dan satu lagi Muaro Jambi tinggal teken Bupati setelah pulang Umrah,” katanya.

Seusai apel siaga, Gubernur Jambi Forkopimda didampingi oleh Kepala BPBD Provinsi Jambi dan pihak terkait lainnya meninjau debit air Sungai Batanghari dengan menggunakan perahu motor, yakni start dari dermaga di dekat Pasar Angso Duo ke arah Jembatan Batanghari 1, kemudian ke arah Jembatan Gentala Arasy, dan finish di dermaga di dekat Pasar Angso Duo. Dari peninjauan itu, secara kasat mata tampak bahwa debit air Sungai Batanghari meningkat.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved