Harga Sawit Naik Saat Produksi Buah Turun, Begini Kata Petani di Muarojambi

Sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Muarojambi merasakan angin segar dengan kenaikan harga tandan buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Harga Sawit Naik Saat Produksi Buah Turun, Begini Kata Petani di Muarojambi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Harga sawit di Muarojambi mulai naik. 

Harga Sawit Naik Saat Produksi Buah Turun, Begini Kata Petani di Muarojambi

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Muarojambi merasakan angin segar dengan kenaikan harga tandan buah Segar (TBS) kelapa sawit.

Kenaikan harga TBS ini bisa memberikan pemasukan kepada petani kelapa sawit untuk melakukan perawatan terhadap kebun mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Saparudin, seorang petani kelapa sawit dari Desa Sekernan, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi. Ia mengakut senang dengan kondisi harga buah kelapa sawit yang saat ini dirasa cukup baik.

"Alhamdulillaah harga saat ini bagus, bulan lalu harga kita jual ke pengepul Rp1.250 kalau sekarang sudah naik menjadi RP 1.450 per kilogramnya, namun kondisi produksi buah juga menurun," sebutnya, Senin (20/1).

Harga Sawit di Tanjab Timur Dibeli Lebih Murah, Benarkan Karena Daerah Gambut?

Pergi Mancing, Warga Pauh Agung Bungo Dikabarkan Hanyut, Tim Gabungan Sisir Sungai Batang Tebo

Menurutnya dengan kondisi harga buah kelapa sawit seperti saat ini merupakan kesempatan petani untuk melakukan perawatan terhadap kebunnya, seperti membersihkan lahan, memupuk dan sebagainya.

Namun harga TBS yang tinggi tersebut tidak berbanding dengan hasil panen. Saat ini diungkapkan oleh Saparudin, kenaikan harga TBS justu disaat produksi buah sawit menurun.

"Kalau harga lagi bagus kita bisa melakukan perawatan seperti membersihkan, memupuk, dan sebagainya, Namun jika kondisi produksi juga ikut menurun, hasil penjualan juga tidak terlalu banyak bertambah," terangnya.

Lebih lanjut Ia berharap kondisi harga buah kelapa sawit seperti saat ini tetap bisa bertahan hingga produksi buah kembali normal. 

"Semoga pemerintah tetap bisa menjaga harga seperti kalau perlu bisa lebih, bahkan saat produksi buah tinggi harga juga tinggi, sehingga petani bisa mendapatkan hasil yang memuaskan" tuturnya.

Sementara itu menurut Martono, yang merupakan pengepul buah kelapa sawit milik petani, membenarkan kenaikan harga saat ini. Harga saat ini kata Martono harga TBS memang sangat baik, namun sayangnya masih belum sesuai dengan produksi buah milik petani.

"Harganya bagus, tapi produksi buahnya kurang, saya harap harga bisa bertahan hingga produksi buah kembali banyak," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved