Harga Sawit di Tanjab Timur Dibeli Lebih Murah, Benarkan Karena Daerah Gambut?

Sejak beberapa bulan terakhir harga sawit mengalami kenaikan, tetapi harga sawit di Tanjab Timur tak setinggi harga di daerah lain.

Harga Sawit di Tanjab Timur Dibeli Lebih Murah, Benarkan Karena Daerah Gambut?
Tribunjambi/Abdullah Usman
Harga sawit di Tanjab Timur lebih murah dibanding daerah Sarolangun. Kualitas diduga jadi pembeda. 

Harga Sawit di Tanjab Timur Dibeli Lebih Murah, Benarkan Karena Daerah Gambut?

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tren positif harga kelapa sawit beberapa bulan terakhir cukup membuat lega oleh para petani. Meski demikian kenaikan buah sawit di Tanjabtim tak setinggi di wilayah lain. 

Sejak beberapa bulan terakhir harga sawit mengalami kenaikan, tetapi harga sawit di Tanjab Timur tak setinggi harga di daerah lain.

"Kalo dibandingkan dengan wilayah uluan Sarolangun, Mersam dan sekitarnya harga kelapa sawit kita mengalami selisih jauh," ujar Ikhsan (32) satu dari petani sawit Tanjabtim.

"Kalau di wilayah sana memang buah sawitnya jauh lebih baik. Bahkan harga di petani bisa mencapai Rp 2.000 lebih kalau kita di sini seharga Rp 1.550," tambahnya.

Penjaga Sekolah di Kebun Daging Nyambi Jadi Pengedar, Kerja Sama dengan Pria di Tanjabbar

Harga Cabai Naik Lagi, Daftar Harga Sembako Kota Jambi 20 Januari 2020

Lebih lanjut, terkait perbedaan harga tersebut para petani tidak mengetahui pasti penyebabnya. Hanya saja untuk kualitas sawit Tanjabtim ini kandungan minyaknya kurang banyak sehingga beda hasil yang dikeluarkan dari sawit tetangga meski dalam timbangan yang sama.

"Kalau sawit kita ini banyak yang jeleknya mungkin jadi harganya beda. Selain itu faktor geografis (gambut) mungkin juga mempengaruhi," jelasnya.

Untuk harga per kilo di pabrik (Ram) sendiri sedikit lebih tinggi, pada sebulan terakhir sawit berada di angka Rp 1.800 ribuan per kilo. Dan pada sepekan terakhir sempat bertengger di angka Rp 1.900 per kilo. 

"Tapi kemarin terakhir saya jual cenderung turun lagi jadi Rp 1.825 per kilo. Naik turunya harga tersebut biasanya pabrik itu berpatokan pada stok buah semakin sedikit tentunya semakin mahal," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya pula, bagi para petani atau tauke  yang memiliki kendaraan PS sendiri biasanya mereka membeli sawit di jalan. Dan Langsung dibawa keluar Kabupaten Tanjabtim.

"Meski jarak tempuh lebih jauh, namun uang yang dihasilkan jauh lebih baik ketimbang menjual di wilayah sendiri," pungkasnya. (usn)
 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved