Berita Jambi

Tidak Bayar Retribusi, Baliho di Lahan Pemprov Jambi Terancam Dirobohkan

Tidak Bayar Retribusi, Baliho di Lahan Pemprov Jambi Terancam Dirobohkan

Tidak Bayar Retribusi, Baliho di Lahan Pemprov Jambi Terancam Dirobohkan
tribunjambi/zulkifli azis
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Johansyah. Tidak Bayar Retribusi, Baliho di Lahan Pemprov Jambi Terancam Dirobohkan 

Tidak Bayar Retribusi, Baliho di Lahan Pemprov Jambi Terancam Dirobohkan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Hingga saat ini, rupanya masih banyak papan reklame atau baliho di tanah Provinsi Jambi yang belum membayar pajak retribusi. Padahal, sebelumnya telah ditarget hingga akhir tahun 2019 harus lunas.

Setidaknya ada sembilan baliho yang berdiri di tanah milik Provinsi Jambi yang belum melakukan pembayaran retribusi.

Dalam hal ini, Pemprov Jambi akan melakukan pemangkasan atau merobohkan baliho yang belum melakukan pembayaran tersebut.

“Kita akan pangkas, itu bakal kita robohkan tidak melakukan pembayaran,” kata Johansyah, Karo Humas Pemprov Jambi, Jumat (17/1/2020).

Kemenhub Minta Pemprov Tuntaskan Pembebasan Lahan Akses Menuju Pelabuhan, Ini Poin Kesepakatannya

WIKIJAMBI - Ada Seribu Lebih Lukisan Baliho Film dalam Museum Bioskop Jambi

Tahapan Belum Dimulai, Baliho Bacalon Kandidat Gubernur Sudah Terpajang, Ini Kata KPU Sarolangun

Lanjutnya, Pemprov Jami masih memberikan tempo waktu hingga akhir Januari mendatang untuk pembayaran terakhir. Namun, jika tak kunjung dibayar, tindakan tegas segera diberlakukan.

“Kalau tidak ada penyelesaian kita punya kewenangan untuk membredel atau merubuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Johansyah sendiri mengatakan untuk pajak papan reklame tersebut juga tak terlalu mahal. Diberitakan sebelumnya, dari 12 baliho yang ada, baru empat yang baru membayar. Setiap dana retribusi tersebut memiliki harga yang berbeda-beda sesuai dengan besarnya papan reklame yang dipasang.

Diketahui, papan reklame tersebut tersebar di Jalan Pattimura sebanyak 7 papan reklame, kemudian satu di Jalan Bakarudin dan di kawasan Bandara yang terdapat tiga papan reklame.

Pajak tahunan tersebut harus dibayar oleh pihak ketiga tersebut hingga 20 Desember mendatang. Pasalnya, jika melebihi waktu yang telah ditentukan pihaknya akan melakukan tindakan tegas berupa penyegelan.

Pajak retribusi tersebut merupakan bentuk peningkatan PAD sesuai dengan peraturan Daerah nomor 8 Tahun 2019 yang menyatakan bahwa baleho atau twmoat reklame yang dibangun di titik-titik tanah Provinsi Jambi harus bayar retribusi.

Biro Aset juga telah menempelkan pemberitahuan dan peringatan di papan reklame untuk segera membayar retribusi ke Pemprov Jambi.

Tidak Bayar Retribusi, Baliho di Lahan Pemprov Jambi Terancam Dirobohkan (Tribunjambi.com/Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved