Viral Sampai Mekkah, Acara Festival Tenda Sejuta Cinta Terancam Batal, 131 Muda Mudi Daftar

Sebanyak 131 orang partisipan telah berencana untuk mengikuti kegiatan Festival Tenda Sejuta Cinta yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2020.

Viral Sampai Mekkah, Acara Festival Tenda Sejuta Cinta Terancam Batal, 131 Muda Mudi Daftar
Tribunjambi.com/Samsul Bahri
Camat Sekernan, Kemas Ismail Azim (kiri), Kades Kepala Desa Tanjung Lanjut, Edi Sugito, (tengah), Penyelenggara Acara, Indra (kanan) saat klarifikasi di kantor camat sekernan, Kamis (16/1/2020). 

Viral Sampai Makkah, Acara Festival Tenda Sejuta Cinta Terancam Batal, 131 Muda Mudi Daftar

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Sebanyak 131 orang partisipan telah berencana untuk mengikuti kegiatan Festival Tenda Sejuta Cinta yang akan diselenggarakan pada 14 Februari mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Indra, selaku penyelenggara acara.

"Dalam kegiatan ini kami buat acaranya terbatas, karena bagaimana pun di sini anak muda-mudi menjaganya sampai sulit. Namun antusiasnya banyak yang positif. Sampai saat ini sudah ada 131 partisipan dan itu muslim, 131 baru pesan slot, belum bayar," ungkapnya.

Indra menyebutkan bahwa awalnya brosur yang telah dibuat tersebut dishare ke grup WhatsApp di komunitasnya. Namun, ternyata brosur tersebut disebarluaskan oleh beberapa orang melalui story WhatsApp dan instagram.

Jadi Kontroversi, Penyelenggara Siap Batalkan Acara Festival Tenda Sejuta Cinta di Danau Tangkas

Viral di Medsos, Konten Acara Festival Tenda Sejuta Cinta di Danau Tangkas Jadi Kontroversi

VIDEO: Kerinci Tekuk Kota Jambi Dua Gol Tanpa Balas

"Viral atau tidak itu antusias dari netizen. Brosur itu belum fix, kita hanya sebarkan di komunitas kita. Tujuan kita pertama kali bukan untuk viral atau sensasi," katanya.

Sementara terhadap viralnya brosur kegiatan yang berisi konten acara yang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat, diungkapkan oleh Camat Sekernan, Kemas Ismail Azim sangat menganggu kinerja pemerintah Kabupaten Muarojambi.

"Viral ini sebenarnya sangat menggangu kinerja pemerintah Kabupaten Muarojambi, karena viralnya ini tidak di Muarojambi saja, viral ini sampai ke Mekkah, jadi permasalahan ini saya merasa tidak enak terhadap ibu bupati yang saat ini masih umroh," jelasnya.

Lebih lanjut Kemas kembali menyebutkan bahwa konten-konten yang terkandung dalam brosur tersebut tidak selaras dengan budaya yang bahkan organisasi dan masyarakat ikut protes.

Kemas kembali menceritakan ketika Ia dipanggil oleh Wakil Bupati Muarojambi, Bambang Bayu Suseno, Rabu (15/1). Wabup mempertanyakan konten brosur tersebut. Dalam kesempatan itu, Wabup merasa keberatan terhadap konten dalam brosur tersebut.

"Jadi sementara ini saya anggap acara tersebut sementara ini sudah batal, tapi kalo ada komitmen yang dibangun untuk niat mengadakan lagi, nanti silahkan menghubungi pemda dan betul-betul fix dengan pemda," terangnya

"Karena di brosur itu ada foto bupati, wabup, dan saya seakan-akan yang di konten sudah disetujui, padahal ibu bupati tidak tahu hal ini. Jadi tanggal 14 Februari tidak ada kegiatan di Danau Tangkas," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved