Breaking News:

Usir Kapal Pencuri Ikan Milik China, TNI: Sesuai Perintah Presiden, Kapal Tersebut Ditangkap

Setelah berhasil mengusir kapal pencuri ikan milik China di Perairan Natuna, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdy

Editor: rida
kompas.com
Kapal Coast Guard China-5202 dan Coast Guard China-5403 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020). Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing.(ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT) 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah berhasil mengusir kapal pencuri ikan milik China di Perairan Natuna, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Morgono menegaskan, apabila kapal China kembali lagi maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

"Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, kapal-kapal tersebut akan ditangkap dan diproses secara hukum," ujarnya, Senin (13/1/2020).

Yudo mengatakan, kapal ikan milik China tersebut berhasil diusir oleh tiga kapal perang Republik Indonesia, yakni, KRI Karel Satsuit Tubun (356), KRI Usman Harun (USH) 359, dan KRI Jhon Lie 358.

Kasus Illegal Drilling Terus Meningkat di Batanghari, Kajari Berharap Tahun Ini Turun

Wulan Guritno Ketagihan Tik Tok, Badannya Digoyang Kanan-kiri Sama Mama Wuli

Dewan Sesalkan Ada Perkelahian di Sekolah Muarojambi, Minta Kepala Sekolah Dievaluasi

Dalam melakukan operasi pengusiran kapal China tersebut, lanjut Yudo, ketiga KRI berhasil mengusir saat kapal ikan asing China sedang menebar jaring di perairan utara Laut Natuna.

"Kami juga tidak mau gara-gara Kapal Ikan Asing (KIA) asal China yang melakukan pencurian ikan di Laut Natuna bagian utara dan sekitarnya, membuat hubungan pemerintah Indonesia-China terganggu," jelasnya.

Kepergok Suami Saat Indehoy Dengan Selingkuhan, Istri Teriak: Aku Punya Mamaku, Bukan Punya Kau!

Perseteruan Dara Arafah vs Lucinta Luna di Mesdsos Makin Panas, Tantangan Adu Tangan Kosong

PETI di Sarolangun Merajalela, Empat Kecamatan Jadi Lokasi Penambangan Emas Ilegal

Yudo mengatakan, pengusiran kapal China tersebut hasil operasi yang dilakukan pesawat intai maritim Boeing 737 AL-7301 milik TNI AU yang melakukan pengawasan di perairan utara Natuna dan sekitarnya.

Dari hasil itu, sambungnya, terlihat ada 30 kapal ikan China bersama kapal coast guard-nya yang memasuki perairan utara Laut Natuna.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "TNI Tegaskan bila Kapal China Kembali Lagi ke Natuna Akan Ditangkap dan Diproses secara Hukum"

TNI Siaga Tempur di Natuna. Belakangan kawasan itu diklaim China dan sejumlah kapal asing masuk ke perairan Natuna menangkap ikan. Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit
TNI Siaga Tempur di Natuna. Belakangan kawasan itu diklaim China dan sejumlah kapal asing masuk ke perairan Natuna menangkap ikan. Kapal China Bermanuver Saat Diadang KRI di Natuna, Jenderal TNI Langsung Perintahkan Ini ke Prajurit (Capture @KompasTV)

Ramalan Pekan Ini, 3 Zodiak Bakalan Paling Beruntung Siap-siap Pisces Punya Kekasih Baru

Daftar Harga Motor Honda Terbaru Bulan Januari 2020, Honda BeAT hingga Monkey Cek Dulu Sebelum Beli!

Pengelola Taman Rimba Jambi Berniat Datangkan Harimau Jantan dari Bukit Tinggi, Tukar dengan Tapir

Apa Sebenarnya Penyakit Lyme, Diderita Justin Bieber Bagaimana Gejala dan Cara Pencegahannya?

Lagi, 3 Kapal Perang Indonesia Usir Kapal China Keluar dari Natuna

Tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI), yakni KRI Karel Satsuit Tubun (356), KRI Usman Harun (USH) 359, dan KRI Jhon Lie 358, kembali mengusir kapal ikan asing milik China saat mencari ikan di perairan Natuna, Kepulauan Riau ( Kepri).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved