Travel Jambi

Cerita Masjid Muhajirin di Tepi Sungai Batang Tebo yang Kini Tak Terpakai, Jadi Seperti Bangunan Tua

Masyarakat Dusun Sepunggur, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, Jambi, ternyata menyimpan cerita tentang bangunan itu.

Cerita Masjid Muhajirin di Tepi Sungai Batang Tebo yang Kini Tak Terpakai, Jadi Seperti Bangunan Tua
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Masjid Muhajirin di Dusun Sepunggur, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo, Jambi. 

Kata warga, turap itu sudah dibangun sejak 2004.

Hardiansyah membawa Tribunjambi.com kepada M Taher, Kepala Kampung Tuo Sepunggur, satu di antara tokoh masyarakat Dusun Sepunggur.

Dia mengingat-ingat cerita tetua-tetua dulu.

Taher mengaku tidak tahu pasti kapan masjid itu dibangun, namun dia memperkirakan bangunan tua itu mulai berdiri sekitar tahun 1940-an.

Harga LCGC Januari 2020 - Toyota Agya Calya, Suzuki Karimun, Honda Brio, Daihatsu Alya Sigra, Datsun

Kepribadianmu Dilihat dari Hari Lahir - Hari Senin Cenderung Sensitif & Emosional, Rabu Serba Tahu

"Tidak ada yang mencatat kapan masjid itu tegak. Saya lahir, masjid itu sudah ada. Tapi kalau kata orang-orang tua dulu, sekitar 1940-an," katanya, ketika disambangi di kediamannya.

Meski begitu, pria berkepala lima ini masih masih ingat betul bentuk awal masjid itu, sebelum mengalami renovasi.

Dia bilang, atap bangunan itu belum terbuat dari seng, melainkan genteng. Atap itu memakai kasau, dari bambu dan kayu. Belum ada dek.

Masjid itu berukuran sekitar 10x10 meter. Lantainya terbuat dari semen yang diaci.

Ada beberapa hiasan di dalamnya.

Pondasi masjid itu dikuatkan dengan tiang-tiang di tengahnya.

Halaman
1234
Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved