Breaking News:

6 Kabupaten/Kota di Jambi Dapat Penghargaan KLA, Begini Komentar Lutpiah Soal Anak

Tahun 2019 kemarin, terdapat enam kabupaten/kota memperoleh penghargaan Kota Layak Anak (KLA).

Penulis: Zulkipli
Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi Luthpiah 

6 Kabupaten/Kota di Jambi Dapat Penghargaan KLA, Begini Komentar Lutpiah Soal Anak

TRIBUNJANBI.COM, JAMBI - Tahun 2019 kemarin, terdapat enam kabupaten/kota memperoleh penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Ini melebihi yang ditargetkan oleh Provinsi Jambi yang hanya tiga KLA saja.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi Luthpiah saat diwawancarai belum lama ini. Dia mengatakan enam Kabupaten/kota tersebut yaitu Sungai Penuh, Kota Jambi, Bungo, Batanghari, Tebo dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Lima diantaranya tingkat pratama dan satunya (Kota Jambi) tingkat Madya.

"Saat ini masing-masing kabupaten/kota tengah gencar-gencarnya. Karena yang sudah memperoleh pratama ingin naik tingkat lagi. Maka saya bilang, harus ada inovasi dan terobosan yang dibuat," sampainya.

VIDEO: Iran Akui Tak Sengaja Menembak Pesawat Ukraina Pakai Rudal

Daftar Hewan yang Perlu Diwaspadai Warga Jambi saat Musim Hujan, Ini Pendelasan Feriadi

Kendati demikian, Lutphiah menekankan bahwasanya bukan semata-mata untuk mencapai penghargaan. Namun lebih kepada pemenuhan hak-hak anak yang ada di desa-desa. "Penghargaan itu bonus. Tapi yang seharusnya adalah bagaimana kita bisa memenuhi semua hak-hak anak. Selama ini masih ada anak yang usia sekolah tapi tidak sekolah karena beberapa sebab, serta mendapatkan akses kesehatanpun mereka masih rendah," ujarnya.

Oleh karenanya, melalui program KLA ini dan dibantukan dengan dana desa puluhan juta, Luthpiah meminta kabupaten/kota dan desa untuk mensuport itu semua.

"Misal tidak ada PAUD, atau posyandu ya silakan dibangun. Begitu juga dengan taman layak anak, taman bermain dan RTH ramah anak juga silakan dibuat dengan bantuan dana desa," pintanya.

Namun, Luthpiah menyebut, kelemahan di kabupaten/kota di Provinsi Jambi saat ini adalah ketidaklengkapan dokumen pendukung suatu kegiatan.

"Kelemahannya ketika diminta dokumen pendukung, mereka tidak bisa penuhi. Apapun namanya, kegiatannya tolong bukti administrasi menjadi nomor satu untuk kelengkapan saat diminta data pendukungnya," imbaunya.

Sedangkan untuk rencana kedepan, kata Luthpiah, pihaknya akan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pemenuhan indikator yang sudah ditetapkan dalam mencapai KLA. "Berhubung yang menjadi mentor adalah pihak BPS, jadi kita tinggal menunggu," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved