Tak Terima Dipandang, Heri Tantang Korban Berkelahi Lalu Tusuk Dua Kali Pakai Pisau

Terdakwa perkara pembunuhan, Heriyantoni alias Heri (38) mengakui perbuatannya dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Rabu (8/1/2020).

Tak Terima Dipandang, Heri Tantang Korban Berkelahi Lalu Tusuk Dua Kali Pakai Pisau
Tribunjambi/Mareza
Terdakwa (baju putih) dijaga aparat kepolisian saat hendak digiring kembali ke ruang tahanan usai menjalani sidang, Rabu (8/1/2020) 

Tak Terima Dipandang, Heri Tantang Korban Berkelahi Lalu Tusuk Dua Kali Pakai Pisau

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Terdakwa perkara pembunuhan, Heriyantoni alias Heri (38) mengakui perbuatannya dalam agenda sidang pemeriksaan terdakwa, Rabu (8/1/2020). Dia mengatakan, bahwa dia tidak senang melihat korban saat dia melaju dengan sepeda motornya.

"Awak (saya) dari Dusun Seberang Jaya, mau ke Dusun Peninjau pakai motor. Ada dia (korban) lagi duduk-duduk," katanya, mulai menjelaskan.

"Awak berhenti depan dia. Awak turun dari motor, awak panggil, 'siko (sini) dulu, kawan! Ngapo nengok-nengok macam itu?'" lanjut Heri.

Korban, Musni (40) meresponnya dengan bertanya keinginan terdakwa. Terdakwa yang dalam keadaan mabuk langsung menantang duel. Keduanya sempat terlibat perkelahian, sampai terdakwa terpojok dengan posisi di bawah.

Pedagang Pasar Parit I Tanjab Barat Akan Ditertibkan, Jalan Nasional Bukan Tempat Jualan

Banyak Pejabat yang Pensiun, Pemkot Jambi Kirim Surat ke Kemendagri Izin Buka Lelang Jabatan

Targetkan Juara Gubernur Cup 2020, Tim Kota Jambi Datangkan Pemain Sriwijaya FC

"Dia rebahkan awak. Awak pegang pinggangnya, ada pisau. Awak tarik bae. Awak tusuklah dua kali," Heri mengakui.

Dia mengaku tidak tahu ke arah mana tusukan itu menancap di badan korban. Kondisi sangat gelap pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Keduanya dipisahkan, tapi terdakwa mengaku tidak tahu siapa yang melerai. Setelah menusuk korban, terdakwa langsung menyerahkan diri ke Polsek Pelayang. Heri baru mengetahui kondisi korban meninggal dunia keesokan harinya.

"Awak takut kabur, Pak. Awak ngaku langsung sama polisi. Besoknya awak baru tahu dari polisi, kalau dia sudah meninggal," akunya.

Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi pada Senin (16/9/2019) lalu di Dusun Pelayang, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pelayang sekitar pukul 02.30 WIB dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sempat mendapatkan pertolongan, korban mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.15 WIB.

Hakim anggota, Rizal Firmansyah menganggap permasalahan yang menyebabkan kejahatan terhadap nyawa itu sangat sepele.

"Sepele betul masalahnya, cuma gara-gara saudara (terdakwa) tidak senang melihat korban. Tapi tiba-tiba langsung nantang duel, seolah-olah murah sekali harga sebuah nyawa itu," katanya.

Dalam sidang yang akan datang, majelis hakim memerintahkan JPU Kejaksaan Negeri Bungo, Anggi Anggala untuk membacakan tuntutan.

"Untuk sidang yang akan datang, digelar pada Rabu, tanggal 15 Januari 2020 dengan agenda tuntutan," kata hakim ketua, Ade Irma Susanti.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved