Direktur CV. Rama Enginering Consultan Ditahan Kejari Kerinci, Kasus Korupsi Irigasi Sungai Tanduk

Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan Peningkatan Jaringan Irigasi Sungai Tanduk, Kabupaten Kerinci, tahun 2016 masuki babak baru.

Direktur CV. Rama Enginering Consultan Ditahan Kejari Kerinci, Korupsi Irigasi Sungai Tanduk Masuki Babak Baru

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam pelaksanaan Peningkatan Jaringan Irigasi Sungai Tanduk, Kabupaten Kerinci, tahun 2016 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi, memasuki babak baru.

Rabu (08/01/2020) siang sekitar pukul 10.00 WIB, Penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Kerinci telah melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dalam perkara korupsi atas nama Ir. N.Hero Putra selaku Direktur CV. Rama Enginering Consultan.

"Ya, kasus dugaan korupsi peningkatan irigasi Sungai Tanduk memasuki babak baru, siang tadi penyidik Unit Tipikor Polres Kerinci melimpah tersangka dan barang bukti ke penuntut umum Kejari Sungaipenuh," kata Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim, Iptu Edi Mardi.

Mabuk Setelah Tenggak Enam Botol Miras, Pria di Bungo Bunuh Orang Gara-gara Tak Terima Dilihat

Laga Gubernur Cup 2020 PS Kota Jambi Vs Tanjab Barat Ricuh, Fatri Merasa PS Kota Jambi Dizalimi

Pedagang Pasar Parit I Tanjab Barat Akan Ditertibkan, Jalan Nasional Bukan Tempat Jualan

Edi Mardi mengatakan, dimana sebelumnya ada dua orang terdakwa dan telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jambi yaitu Ibnu Ziady, Kabid sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi tahun 2016. Ibnu Ziady juga merangkap jabatan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Ito Mukhtar, Direktur PT. Anugrah Bintang Kerinci (kontraktor).

"Majelis Hakim menjatuhi hukuman penjara terhadap Ibnu Ziadi dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsidar 3 bulan penjara. Sementara terdakwa Ito Muchtar divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 1 miliar," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh, Romi Arizyanto melalui Kasi Intel, Soemarsono dikonfirmasi membenarkan adanya pelimpahan satu orang tersangka dan barang bukti terkait kasus tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan Peningkatan Jaringan Irigasi (D.I) Sungai Tanduk, kabupaten Kerinci, tahun 2016 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi, tahun anggaran 2016.

Disebutnya, bahwa kasus dugaan Tindakan Pidana Korupsi ini, dilakukan Penyidikan oleh pihak Penyidik Resort Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polres Kerinci.

"Ya, kita langsung melakukan penahan terhadap tersangka, karena berdasarkan hasil pemeriksaan berkas dari Penyidik, diperoleh bukti yang cukup. Terdakwa diduga keras melakukan tindak pidana yang dapat dikenakan penahanan, dan dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak dan menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana," kata Soemarsono.

Tersangka N. Hero Putra, dinyatakan telah melanggar Primair pasal 2 ayat (1) UU No, 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHPidana, Subsidair Pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUHPidana

"Kita melakukan penahanan selama 20 hari kedepan, dan kita titip di Rutan Sungaipenuh," ungkapnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved