Berita Muarojambi

174.616 Hektare Lahan Perkebunan di Muarojambi Terancam Bencana Banjir

174.616 Hektare Lahan Perkebunan di Muarojambi Terancam Bencana Banjir

174.616 Hektare Lahan Perkebunan di Muarojambi Terancam Bencana Banjir
Tribunjambi.com/Samsul Bahri
Apel Siaga Bencana di Kabupaten Muarojambi. 174.616 Hektare Lahan Perkebunan di Muarojambi Terancam Bencana Banjir 

174.616 Hektare Lahan Perkebunan di Muarojambi Terancam Bencana Banjir

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Sebanyak 216.528 jiwa di Kabupaten Muarojambi, berpotensi terancam bencana.

Hal inilah yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Muarojambi, bersama dengan instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat.

Jumlah tersebut disampaikan oleh Kapolres Muarojambi, AKBP Ardiyanto saat membacakan sambutan dari Bupati Muarojambi dalam pelaksanaan Apel Siaga Banjir 2020, Rabu (8/1) di lapangan kantor BPBD Kabupaten Muarojambi.

Diikuti 300 Peserta, Pemkab Muarojambi Gelar Apel Siaga Bencana Banjir 2020

Ketua Senat Universitas Jambi, Sebut Pemilihan Rektor Unja Kali Ini Melalui Proses Terpanjang

Lowongan BUMN Terbaru PT Reska Multi Usaha (Anak Perusahaan PT KAI) Butuh Banyak Lulusan SMA/SMK

"Saat ini ada 602 desa di 6 Kecamatan dengan jumlah penduduk 216.528 jiwa yang berpotensi terancam bencana," ujarnya.

Potensi bencana alam ini satu diantaranya karena keberadaan dari Sungai Batanghari. Menurut Kapolres, disisi lain keberadaan Sungai Batanghari juga memberikan dampak negatif yang setiap saat dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Fenomena sungai batanghari yang terjadi hampir setiap tahun telah menjadi ancaman terhadap masyarakat.

Sementara itu, dampak terjadinya bencana di Kabupaten Muarojambi juga akan berdampak areal perkebunan terutama sawah.

"Setidaknya akan ada sekitar 174.616 hektare areal perkebunan dan lainnya, berpotensi mengalami dampak akibat terjadinya bencana," katanya.

Disisi lain, soal bantuan yang nantinya ada pihak-pihak yang berniat untuk membantu, diharapkan untuk dapat memberikan bantuan secara satu pintu melalui pemerintah Kabupaten Muarojambi.

Hal ini bertujuan agar tidak tupang tindih sehingga akhirnya menyulitkan petugas untuk meyalurkan bantuan yang akan diberikan.

"Kami harapkan kepada masyarakat terutama dunia usaha yang nantinya ingin memberikan bantuannya, hendaknya selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak atau instansi terkait. Agar apapun bentuk dan jenis bantuan yang akan diberikan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah terutama banjir, dapat terarah melalui satu pintu," pungkasnya.

174.616 Hektare Lahan Perkebunan di Muarojambi Terancam Bencana Banjir (Samsul Bahri/Tribunjambi.com)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved