VIDEO: Iran Menghitam! Penghormatan Terakhir Kepada Qassem Soleimani

Jutaan orang di berbagai kota di Iran turun ke jalan. Mengenakan pakaian hitam, mereka memberi penghormatan terakhir untuk Qassem Soleimani.

VIDEO: Iran Menghitam! Penghormatan Terakhir Kepada Qassem Soleimani

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN - Jutaan orang di berbagai kota di Iran turun ke jalan, Senin (6/1/2020) waktu setempat. Mengenakan pakaian hitam, mereka memberi penghormatan terakhir untuk Qassem Soleimani, komandan pasukan Quds Force yang tewas dirudal Amerika Serikat saat mengunjungi Irak, akhir pekan lalu.

Di ibu kota Teheran, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei memimpin langsung prosesi salat jenazah. Rahbar (sebutan Iran untuk sang pemimpin tertinggi) tak dapat menahan tangis saat memimpin salat.

Doanya bergabung dengan ratapan jutaan pelayat yang membanjiri jalan-jalan Teheran yang menuntut pembalasan terhadap Amerika atas pembunuhan tragis yang langsung meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Dalam seremoni duka di Teheran, tampak pemimpin gerakan Hamas dari Palestina, Ismail Haniyeh. Bahkan Haniyeh ikut memberikan "testimoni" tentang kontribusi Soleimani terhadap perjuangan gerakan-gerakan di Palestina.

Gubernur Jambi Kembali Rombak Jajaran, 330 ASN Dilantik Jadi Pejabat Administrator dan Pengawas

Anggaran PUPR Kota Jambi Sisa 4 Persen, Mulana Sebut Penghematan

Enam Bulan Jelang Pilkada Jambi, Fasha Lantik 67 Pejabat Eselon, Nela Ervina Jadi Sekwan

Haniyeh, dalam sambutannya, memuji sang pemimpin Pasukan Quds yang dipandangnya telah membangun hubungan baik dengan kelompok Palestina lainnya. Ia bahkan menjuluki Soleimani sebagai "martir Yerusalem".

"Apa yang telah Soleimani berikan kepada Palestina dan gerakan perlawanan telah membawa kami dalam posisi hari ini, terutama dalam hal kekuatan dan ketabahan. Kematian Jenderal Soleimani tidak akan menghalangi kelompok perlawanan untuk memerangi Israel."

Iran selama ini dikenal membangun hubungan baik dengan gerakan-gerakan di Palestina. Hanya saja, hubungan Iran dengan Hamas tidak sedekat Teheran dengan kelompok Jihad Islam.

Namun kedua kelompok ini diyakini Israel sama-sama menerima dukungan militer, baik pelatihan maupun persenjataan dari Iran.

Iran dan Hamas dalam beberapa tahun terakhir berusaha memperbaiki hubungan mereka yang sempat renggang karena perang Suriah.

Halaman
12
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved